Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Pabrik Ciomy Gerakkan Ekonomi Lokal dan Berdayakan Masyarakat Garut

Naviandri
06/3/2026 20:11
Pabrik Ciomy Gerakkan Ekonomi Lokal dan Berdayakan Masyarakat Garut
Sejumlah pekerja beraktifitas di Pabrik Ciomy, Garut.(Dok.Istimewa)

KEHADIRAN Pabrik Ciomy di Desa Mekargalih, Kabupaten Garut, Jawa Barat, tidak hanya menghadirkan aktivitas industri, tetapi juga memberi dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar. Perusahaan ini membuka lapangan kerja, menggandeng pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), serta menjalankan berbagai program sosial bagi warga setempat.

Sejak mulai beroperasi, Pabrik Ciomy menjadi bagian dari pergerakan ekonomi di wilayah tersebut. Selain menjalankan aktivitas produksi, perusahaan juga membuka peluang bagi masyarakat untuk terlibat dalam rantai ekonomi yang lebih luas.

Produk Ciomy yang dikenal dengan tagline “Teman Traveling Halal” bahkan telah dipercaya menjadi vendor bagi sejumlah perusahaan nasional seperti PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Citilink Indonesia, dan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni). Kepercayaan tersebut menunjukkan bahwa industri yang berkembang di daerah mampu bersaing di tingkat nasional.

Salah satu kontribusi utama pabrik ini adalah penciptaan lapangan kerja bagi warga sekitar. Lebih dari 90 persen tenaga kerja berasal dari masyarakat lokal Garut, sementara sekitar 30 persen di antaranya berasal dari Desa Mekargalih dan wilayah sekitar.

BERI RUANG GENERASI MUDA
Selain itu, perusahaan juga memberi ruang besar bagi generasi muda untuk memulai karier di dunia industri. Lebih dari setengah karyawan berada pada rentang usia 19 hingga 23 tahun, sebagian besar merupakan lulusan sekolah dan perguruan tinggi di Garut. Keberadaan pabrik ini dinilai memberi kesempatan bagi anak muda untuk bekerja tanpa harus meninggalkan daerah asal mereka.

Dampak ekonomi lain juga dirasakan pelaku UMKM di sekitar kawasan pabrik. Perusahaan menggandeng pelaku usaha lokal untuk memenuhi berbagai kebutuhan operasional, termasuk penyediaan makanan bagi karyawan.

Program berbagi kue setiap Jumat ke masjid-masjid sekitar juga melibatkan warga yang memiliki usaha rumahan. Selain itu, perusahaan membeli makanan dari pelaku usaha lokal untuk makan siang karyawan. Kolaborasi tersebut membuka pasar baru bagi usaha kecil sekaligus membantu memperkuat ekonomi rumah tangga masyarakat sekitar.

Di sisi lain, perusahaan juga berupaya menjaga keberlanjutan lingkungan dalam kegiatan operasionalnya. Pengelolaan limbah dilakukan sesuai standar regulasi lingkungan, serta disertai program penghijauan sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan.

Perusahaan juga melakukan mitigasi terhadap penggunaan lahan pertanian dengan membeli lahan sawah di lokasi lain sebagai pengganti lahan yang digunakan untuk aktivitas industri. Pengelolaan lahan tersebut melibatkan masyarakat agar tetap mendapatkan manfaat ekonomi dari kegiatan pertanian.

PROGRAM CSR
Selain aspek ekonomi dan lingkungan, perusahaan juga aktif menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Program tersebut antara lain kegiatan memakmurkan dan membersihkan masjid, pengajian bulanan warga, serta pembagian sembako kepada sekitar 700 kepala keluarga di wilayah sekitar.

Perusahaan juga memberikan dukungan bagi kegiatan pesantren serta bantuan kemanusiaan untuk Palestina.

Dalam upaya menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, perusahaan juga membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas yang dilibatkan dalam kegiatan pemasaran hingga operasional gudang.

Dukungan terhadap pembangunan sosial juga dilakukan melalui bantuan fasilitas pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat sekitar pabrik.

VISI KEBERMANFAATAN
Direktur PT Amanah Persada Alam yang menaungi brand Ciomy, Purnama Alam, mengatakan perusahaan berupaya menjalankan bisnis dengan visi kebermanfaatan bagi masyarakat.

“Kami berharap bisnis ini dapat menjadi kendaraan menuju surga. Makanya kami menerapkan nilai-nilai integritas dan kebaikan agar dapat berhasil baik juga. Semua dilakukan dengan kepatuhan dan terus belajar. Jika ada yang belum sesuai, kami selalu terbuka mendengarkan tiap masukan,” ujar Purnama Alam, Jumat (6/3).

Ia menambahkan, keberhasilan sebuah industri tidak hanya diukur dari jumlah produksi atau ekspansi pasar, tetapi juga dari dampak positif yang dirasakan masyarakat di sekitarnya.

“Pada akhirnya, keberhasilan sebuah industri bukan hanya diukur dari angka produksi dan keberhasilan ekspansi produk hingga ke level internasional, tetapi juga seberapa besar manfaat yang dirasakan secara tulus oleh masyarakat di sekitarnya,” tandasnya. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya