Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DI bawah pendar lampu runway cat walk yang dramatis, Batik Danar Hadi kembali membuktikan bahwa tradisi bukanlah benda mati yang kaku di museum, melainkan sebuah organisme yang terus bernapas dan bertumbuh. Melalui koleksi bertajuk “Sekar Setaman”, sang maestro batik asal Solo ini menyulap panggung mode menjadi taman firdaus yang sarat akan narasi filosofis.
Managing Director Batik Danar Hadi, Diana Santoso di Bandung kemarin menyebut bahwa ini bukan sekadar peragaan busana, "Sekar Setaman" adalah sebuah metafora visual tentang harmoni. Seperti taman yang bersolek dengan aneka rupa kuncup, koleksi ini merayakan keberagaman karakter perempuan Indonesia yang dibungkus dalam kelembutan serat kain premium.
Menurut Diana, dalam koleksi ini Batik Danar Hadi menerjemahkan empat persona bunga nusantara ke dalam lembaran kain:
- Seruni (Krisan): Manifestasi optimisme yang tangguh.
- Anggrek Bulan: Representasi elegansi abadi.
- Kenanga: Simbol luhurnya budi pekerti.
- Mawar: Klasik, romantis, dan penuh intensitas cinta.
"Kami memadukan akar tradisi yang dalam dengan ekspresi mode kontemporer. Ini adalah penghormatan bagi setiap perempuan yang mengenakan batik dengan bangga,” tuturnya.
TUNJUKKAN KEMAHIRAN
Diana menambahkan, Danar Hadi memamerkan kemahiran craftsmanship yang impresif. Permainan teknik cap, tulis, hingga tulkom (tulis kombinasi) diaplikasikan di atas kanvas material mewah seperti silk crepe, Thai silk, organza, dan tekstur organik dari tenun ATBM. Palet warna yang dihadirkan bergerak dinamis; mulai dari deretan bold colors yang merebut atensi hingga rona pastel yang berbisik lembut, menciptakan gradasi emosi yang apik di sepanjang peragaan.
ENAM BABAK
Narasi mode ini dibagi menjadi enam babak yang mengalir layaknya puisi:
1. The Heritage Revival: Reimajinasi kebaya modern dengan aksentuasi beads dan aplikasi bunga yang dipadukan dengan selendang tenun distingtif.
2. The Modern Classic: Menampilkan clean-cut yang presisi untuk perempuan profesional yang mengapresiasi motif pakem.
3. Floral Rhythms: Eksplorasi motif Widodaren dan Anglung Rambar dalam siluet yang lebih cair dan feminin.
4. Seruni Synthesis: Dialog antara motif bunga Seruni dengan elemen grafis modern.
5. Earthly Elegance (Bunga Tanahan): Long tunics dan outerwear dari sutra crepe yang dipermanis dengan detail beading halus.
6. The Pastel Dream: Penutup yang ethereal melalui jajaran dress dan abaya berbahan renda serta lace dalam nuansa romantis.
"Jadi Sekar Setaman bukan hanya tentang estetika visual, tapi tentang bagaimana Batik Danar Hadi berhasil menjaga jiwa zaman batik tetap relevan di tahun 2026. Koleksi ini adalah surat cinta untuk alam nusantara, sekaligus bukti bahwa di tangan yang tepat, warisan budaya bisa tampil sangat high-fashion," jelasnya. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved