Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Partisipasi Nagata Bio Energi di Bursa Karbon Lewat Proyek Biogas Sukadamai

Denny Susanto
28/2/2026 13:38
Partisipasi Nagata Bio Energi di Bursa Karbon Lewat Proyek Biogas Sukadamai
Pabrik pengolahan limbah sawit PT Nagata Bio Energi (NBE).(Antara)

PT Nagata Bio Energi (NBE), anak usaha PT ABM Investama Tbk, terus mendorong terciptanya ekonomi hijjau dengan mengembangkan energi terbarukan berbasis limbah organik, khususnya Palm Oil Mill Effluent (POME), melalui pendekatan teknologi dan pemberdayaan komunitas. Upaya ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Indonesia serta berkontribusi pada upaya dekarbonisasi menuju target net zero emission 2060.

Dulu, limbah cair sawit di sekitar Desa Suka Damai, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan kerap dipandang sebagai persoalan lingkungan. Bau menyengat dan kekhawatiran pencemaran menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Kini, situasinya mulai berubah, limbah sawit menjadi sumber energi listrik, membuka peluang ekonomi baru, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan dan warga sekitar.

Sebagai pengembang Sukadamai Biogas Project, NBE mengolah limbah cair sawit murni menjadi gas metana yang kemudian dikonversi menjadi energi listrik bersih. Fasilitas yang berlokasi di Desa Suka Damai, Tanah Bumbu ini telah beroperasi komersial sejak Agustus 2020 melalui skema kemitraan Build–Operate–Transfer (BOT) selama 15 tahun dengan perusahaan mitra pemasok POME.

Direktur PT Nagata Bio Energi (NBE), Doni Syamsurianto, Sabtu (28/2) menyampaikan bahwa pengembangan energi terbarukan tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga pada dampak sosial yang dirasakan masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa energi bersih juga menghadirkan manfaat langsung bagi lingkungan dan komunitas lokal. Limbah yang sebelumnya menjadi persoalan kini berubah menjadi sumber daya yang bernilai,” ujarnya.

KAPASITAS OPERASI
Dalam operasionalnya, rata-rata proyek ini mengolah sekitar 129.331 meter kubik POME setiap tahun melalui proses konversi POME menjadi biogas dan selanjutnya menjadi energi terbarukan. Listrik hijau yang dihasilkan mencapai 30.244 MWh selama periode tiga tahun dan dipasok secara stabil selama 24 jam ke jaringan PLN sebagai offtaker, memperkuat kontribusi energi bersih di sistem kelistrikan nasional.

Di sisi lingkungan, dampak yang dihasilkan juga signifikan. Sepanjang periode 2021 hingga 2023, Sukadamai Biogas Project mencatatkan verified emission reductions sebesar 121.919 ton CO2e, dengan rata-rata penurunan emisi tahunan mencapai 40.638 ton CO2e. Jumlah ini setara dengan emisi tahunan lebih dari 8000 kendaraan penumpang berbahan bakar bensin. Capaian tersebut setara dengan 82% dari total proyeksi reduksi emisi yang ditargetkan sebesar 147.456 ton CO?e. 

Kontribusi penurunan emisi berasal dari pengelolaan limbah dan substitusi energi fosil melalui biogas. Keseluruhan capain tersebut telah memperoleh Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) di Sistem Registri Nasional (SRN). Inisiatif ini juga sejalan dengan komitmen Indonesia dalam Second Nationally Determined Contribution (SNDC) yang di sampaikan pada COP-30, yang menegaskan arah penurunan emisi nasional menuju Net Zero Emission paling lambat tahun 2060. 

PERAN NBE
Peran NBE dalam dekarbonisasi juga meluas ke pengembangan pasar karbon nasional. Sejak Februari 2026, perusahaan resmi berpartisipasi dalam platform perdagangan karbon IDX Carbon dan menegaskan posisi NBE sebagai salah satu pelaku swasta pionir dalam pengembangan kredit karbon berbasis pengelolaan limbah sawit. Public expose terkait partisipasi ini telah dilaksanakan pada 12 Februari 2026, menandai langkah strategis NBE dalam membuka peluang monetisasi pengurangan emisi sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi karbon domestik.

Komitmen yang dijalankan ABM Group bersama PT Nagata Bio Energi (NBE) ini mendapat apresiasi dengan diraihnya penghargaan Change the World 2025 dari Fortune Indonesia atas kontribusinya dalam mendorong transisi energi bersih dan praktik bisnis berkelanjutan. Ke depan, model pengolahan limbah menjadi energi ini ditargetkan dapat direplikasi di berbagai wilayah potensial lainnya, memperluas dampak positif bagi masyarakat sekaligus lingkungan. (E-2)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya