Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BASARNAS Kota Palu melanjutkan pencarian dua penumpang Kapal Motor Layar (KLM) Nur Ainun Balqis yang hilang diduga tenggelam di perairan Selat Makassar, Donggala, Sulawesi Tengah.
Kepala Kantor Basarnas Palu, Muh Rizal, menyatakan bahwa hingga hari ketiga operasi, tim SAR belum menemukan kedua korban.
“Titik koordinat tenggelamnya kapal belum diketahui, sehingga pencarian menjadi sulit,” ujar Rizal.
Selain itu, luasnya area pencarian dan cuaca buruk menambah tantangan tim SAR di lapangan.
“Angin kencang dan gelombang tinggi juga mempersulit operasi pencarian,” tegasnya, Kamis (19/2).
Meski menghadapi berbagai kendala, tim SAR Basarnas Palu terus melakukan pencarian.
Pada hari ini, mereka mengerahkan satu unit KN SAR Baladewa dengan area pencarian seluas 509 Nm dan track spacing 1 Nm pada posisi awal dugaan lokasi tenggelamnya KLM Nur Ainun Balqis.
“Titik pencarian terus diperluas untuk meningkatkan peluang menemukan korban,” tambah Rizal.
Sebelumnya, Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga SAR Basarnas Palu, Rusmadi, menjelaskan bahwa KLM Nur Ainun Balqis mengangkut lima orang saat kejadian.
“Tiga orang berhasil selamat, sementara dua lainnya masih hilang,” kata Rusmadi di Palu, Selasa (17/2).
Ia menambahkan, kapal berangkat dari Pelabuhan Nunukan pada Kamis, 12 Februari 2026, pukul 02.00 Wita menuju Pelabuhan Awerange, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.
Saat melintasi perairan Selat Makassar pada Sabtu, 14 Februari 2026, sekitar pukul 03.00 Wita, kapal dihantam ombak besar hingga oleng dan akhirnya tenggelam.
“Seluruh kru melompat ke laut untuk menyelamatkan diri,” ujar Rusmadi.
Pada Minggu, 15 Februari 2026, pukul 20.00 Wita, kapal nelayan dari Kabupaten Donggala menemukan tiga korban dalam keadaan selamat. Dua korban lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR hingga saat ini. (TB/E-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved