Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PERCEPATAN digitalisasi UMKM dan Koperasi di Kalimantan Selatan mendesak dan krusial guna meningkatkan efisiensi operasional, perluasan jangkauan pasar, kemajuan dan daya saing.
"Di era kemajuan teknologi saat ini, digitalisasi menjadi sangat penting guna mendorong kemajuan dan daya saing UMKM dan Koperasi hingga pelosok desa," ungkap Kepala Bidang Kelembagaan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalsel, Bambang Desi Mulyadi, Rabu (18/2) saat meninjau perkembangan salah satu Koperasi Merah Putih.
Koperasi dan UMKM di banyak daerah termasuk Kalsel selama ini menghadapi berbagai kendala antara lain minimnya inovasi, manajemen yang masih tradisional, kurangnya adopsi teknologi digital, kurangnya SDM profesional, selain tantangan permodalan dan akses pembiayaan perbankan. "Kita akui ada beberapa koperasi atau UMKM yang cukup maju, namun masih banyak kurang berkembang bahkan tidak berjalan," kata Bambang.
Terkait hal ini pihaknya mendorong penguatan dan kemajuan koperasi dan UMKM di 13 kabupaten/kota di Kalsel, salah satunya penerapan E Lapor Koperasi yang akan menjadi sarana pemantauan perkembangan dan pembinaan koperasi dan UMKM hingga pelosok desa. "Melalui aplikasi E Lapor Koperasi ini adalah untuk mengetahui kinerja perkembangan dan pembangunan, kendala dihadapi koperasi-UMKM di Kalimantan Selatan," ujarnya.
Lebih jauh dikatakan Bambang, digitalisasi ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menargetkan jutaan UMKM termasuk koperasi masuk ekosistem digital melalui pendampingan, kolaborasi, dan perbaikan infrastruktur. "Jika tidak beradaptasi dan berinovasi masuk dalam ekosistem digital maka sulit bagi koperasi dan UMKM untuk berkembang," kata Bambang.
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalsel, hingga 2024 tercatat jumlah koperasi di wilayah tersebut sebanyak 3.057 unit pada tahun 2024. Data ini belum termasuk koperasi merah putih (KMP) yang tengah gencar dibangun pemerintah di tiap desa dan kelurahan. Sebanyak 180 unit koperasi di antaranya merupakan koperasi binaan provinsi.
Sedangkan jumlah UMKM di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 509.766 unit, yang terdiri dari 507.230 usaha mikro, 2.201 usaha kecil, dan 335 usaha menengah. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved