Headline

Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Ramadan Jadi Momen Mendorong ASN dan Masyarakat di Cianjur Berbelanja ke Pasar Rakyat

Benny Bastiandy
17/2/2026 23:36
Ramadan Jadi Momen Mendorong ASN dan Masyarakat di Cianjur Berbelanja ke Pasar Rakyat
Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian memantau perkembangan stok dan harga pangan menjelang Ramadan.(MI/Benny Bastiandy)

RAMADAN jadi momen bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat, mendorong aparatur sipil negara (ASN) berbelanja ke pasar rakyat. Langkah itu merupakan upaya meningkatkan kembali daya beli di tengah kondisi ekonomi saat ini yang notabene tidak baik-baik saja.

Upaya itu diinisiasi Dinas Koperasi UMKM Perdagangan dan Perindustrian (Diskumindag) setempat. Programnya dilabeli 'ASN Cianjur Bersinar (Bersama Sinergi Memajukan Pasar Rakyat)'.

Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian  mengatakan, kondisi pasar rakyat akhir-akhir ini mengalami tren penurunan kunjungan. Karena itu, dipandang perlu agar tren berbelanja bisa kembali ramai. 

"Jadi, program ini diarahkan lebih kepada membudayakan berbelanja di pasar rakyat. Program ini kita awali dari kalangan ASN," kata Wahyu, Selasa (17/2).

Wahyu menyebut, jika belanja ke pasar rakyat bisa kembali membudaya seperti dulu, tak menutup kemungkinan perputaran roda perekonomonian bisa berjalan stabil. Termasuk membudayakan masyarakat mencintai produk-produk lokal. "Dengan meningkatnya kalangan ASN berbelanja di pasar rakyat, kami harapkan ini menjadi contoh bagi masyarakat lainnya," ungkapnya.

Wahyu tak memungkiri, cukup banyak faktor yang memengaruhi pudarnya berbelanja di pasar rakyat. Selain tren banyaknya yang berbelanja secara online, juga kondisi pasar rakyat yang menurut pandangannya harus dibenahi.

"Kami juga mendorong lingkungan (pasar rakyat) yang aman, sehat, resik, dan juga indah. Kalau tempatnya sudah nyaman, tak perlu repot lagi mempromosikannya. Masyarakat pun akan datang dengan sendirinya," terang Wahyu.

Wahyu mengapresiasi pedagang di pasar rakyat yang sudah melek teknologi, terutama pada transaksi penjualan. Sebagian besar pedagang sudah menerapkan pembayaran nontunai.

"Misalnya sudah ada yang pakai Qris. Meskipun ada juga pedagang yang berjualan di marketplace, tapi saya harap masyarakar bisa langsung berbelanja ke pasar rakyat. Mereka bisa langsung melihat produknya, kualitasnya, serta ada budaya tawar menawar," pungkasnya.

Sekretaris Diskumdagin Kabupaten Cianjur, Wahyu Ginanjar, menambahkan program 'ASN Cianjur Bersinar' didasari pertimbangan kondisi pasar yang akhir-akhir ini relatif cukup sepi. Diskumdagin memandang perlu agar keberadaan pasar rakyat betul-betul memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Kami mendorong membudayakan masyarakat agar berbelanja di pasar rakyat. Dengan banyak berinteraksi di pasar rakyat, secara otomatis masyarakat juga membeli dan mencintai produk-produk lokal. Sekaligus juga kami ingin menciptakan pasar rakyat yang aman, sehat, resik, dan indah," pungkasnya. (E-2)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik