Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PROGAM Akselerasi Kewilayahan (Prakarsa) Bandung Utama dalam satu tahun kepemimpinan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, tak sekadar mencatat angka realisasi 96,93 persen. Lebih dari itu, program ini menghadirkan perubahan nyata di tingkat RW. Prakarsa menjadi bagian penting dari Visi Bandung UTAMA (Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis), khususnya pada pilar Terbuka. Sebuah kebijakan yang lahir dari kebutuhan riil warga.
Di Kelurahan Cihaurgeulis, Kecamatan Cibeunying Kaler, Prakarsa difokuskan pada pengentasan kemiskinan sekaligus penataan infrastruktur lingkungan.
Ketua RW 06 Kelurahan Cihaurgeulis, Nusaptaji kemarin menyebutkan, program ini menjawab kebutuhan warga yang belum terkover bantuan sosial reguler.
“Program pengentasan kemiskinan kami ajukan karena masih ada warga yang belum tercover bantuan sosial. Dengan Prakarsa, kami bisa mengusulkan agar mereka mendapat bantuan,” tuturnya.
Nusaptaji mengungkapkan, sebelum program berjalan, kondisi lingkungan masih kurang tertata. Kini jalan lingkungan lebih rapi, akses lebih nyaman, dan warga lebih leluasa beraktivitas. Pembangunan berbasis data LACI RW dinilai membuat program tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.
Sri Asih, salah satu lansia penerima bantuan mengaku sangat terbantu. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Bandung atas perhatian kepada warga lanjut usia. “Alhamdulillah terbantu sekali. Harapannya bantuan bisa lebih intensif lagi, terutama untuk lansia yang membutuhkan setiap bulan,” ucapnya.
Kisah serupa datang dari warga RW 06 Kelurahan Cihaurgeulis lainnya yang merasakan dampak perbaikan jalan lingkungan. Jalan yang sebelumnya rusak kini lebih nyaman dilalui pejalan kaki maupun pengendara motor. Mereka berharap pemerataan pembangunan terus berlanjut.
Sementara itu, di Kelurahan Pasirbiru, Kecamatan Cibiru, Prakarsa menjawab isu stunting melalui Program Balur (Bantuan Ayam Petelur). Ketua RW 09 Kelurahan Pasirbiru, Irwan Budyawan menjelaskan, program ini menyasar anak yang terdeteksi dan terindikasi stunting agar mendapat asupan protein hewani yang cukup.
“Balur bertujuan meningkatkan konsumsi protein hewani dan ketahanan pangan keluarga. Ini bukan hanya intervensi kesehatan, tapi kontribusi nyata meningkatkan taraf hidup masyarakat,” tandasnya.
Irwan menilai program Prakarsa yang ideal adalah program yang inovatif, tepat sasaran, berbasis data valid, terukur dan berkelanjutan. Dampaknya mulai terlihat melalui peningkatan aktivitas Posyandu, pemantauan tumbuh kembang anak yang lebih rutin, serta perubahan perilaku keluarga menuju pola makan sehat.
Warga RW 09 Kelurahan Pasirbiru, Iim Mulyati menilai kegiatan Posyandu semakin hidup. “Alhamdulillah dengan adanya program Balur ini menambah kegiatan Posyandu dan sangat bermanfaat bagi balita stunting. Semoga terus berlanjut,” terangnya.
Sedangkan, di Kelurahan Cisaranten Wetan, Kecamatan Cinambo, Prakarsa difokuskan pada rehabilitasi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang rusak akibat angin puting beliung. Seksi Lingkungan RW 02 Kelurahan Cisaranten Wetan, Ade Said menjelaskan, dana Prakarsa digunakan untuk membangun gerbang, memperbaiki atap, serta memasang CCTV.
“Sekarang TPS lebih tertata dan ada CCTV untuk memantau pembuangan sampah. Kami bisa menindak warga luar yang membuang sampah sembarangan,” ungkapnya.
DAMPAK SIGNIFIKAN
Warga RW 02 Kelurahan Cisaranten Wetan, Suryana, merasakan dampak signifikan. TPS yang rapi membuat warga lebih disiplin membuang sampah, bahkan progres pemilahan sampah mulai terlihat. Ia berharap anggaran Prakarsa ke depan bisa ditingkatkan agar fasilitas lingkungan semakin memadai. Keterlibatan aktif masyarakat juga terlihat di Kelurahan Maleer, Kecamatan Batununggal. Melalui skema swakelola Kelompok Masyarakat (Pokmas), warga terlibat langsung dalam pembangunan sarana air bersih, drainase lingkungan, dan pemeliharaan jalan hotmix.
Warga RW 11 Kelurahan Maleer menyebut program ini menumbuhkan gotong royong dan rasa memiliki terhadap pembangunan. “Dengan Prakarsa, warga berperan aktif untuk bergotong-royong dan menyukseskan program ini. Mudah-mudahan seluruh warga Kota Bandung bisa merasakan manfaatnya,” pungkas salah satu warga.
Rangkaian kisah ini mencerminkan Prakarsa menjadi ruang kolaborasi nyata antara pemerintah dan masyarakat. Dari pengentasan kemiskinan, penurunan stunting, penataan TPS, hingga perbaikan infrastruktur dasar, semuanya lahir dari musyawarah warga dan data yang akurat. Dalam satu tahun kepemimpinan Farhan, Prakarsa menjadi simbol pembangunan yang terbuka dan partisipatif. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved