Headline

Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.

Gubernur Kalsel Didesak Cari Solusi Banjir Tahunan

Denny Susanto
11/2/2026 17:17
Gubernur Kalsel Didesak Cari Solusi Banjir Tahunan
Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, memantau banjir.(MI/Denny Susanto)

GUBERNUR Kalimantan Selatan, Muhidin didesak untuk segera mencari solusi penanganan bencana banjir berulang  yang telah menimbulkan dampak kerugian sangat besar bagi daerah setiap tahunnya, termasuk petani.

Hal itu disampaikan Ketua Serikat Petani Indonesia (SPI) Kalsel, Dwi Putera Kurniawan, Rabu (11/2). "Pemerintah khususnya Gubernur harusnya bisa menemukan solusi cerdas guna mengatasi masalah bencana banjir berulang setiap tahun ini. Dampak bencana ini sangat merugikan hampir semua sektor termasuk pertanian," ungkap Dwi.

Dirinya membeberkan setiap tahun ada ribuan hektare lahan pertanian yang rusak dan gagal panen dan berimbas semakin terpuruknya ekonomi masyarakat petani. "Pemerintah hanya bertindak seperti pemadam kebakaran, memberi bantuan saat musibah terjadi itupun sering terlambat. Bantuan pun tidak seberapa dan banyak yang tidak tepat sasaran. Padahal bukan itu esensinya, tetapi bagaimana mitigasi terhadap bencana," tegas Dwi.

Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan mencatat bahwa sepanjang tahun 2024 telah terjadi 138 kali bencana alam dan pada 2025 terjadi 148 kali bencana. Bencana yang terjadi tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga berdampak luas terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Kerugian langsung akibat bencana berulang ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp230 miliar, belum termasuk kerugian ekonomi tidak langsung yang nilainya dapat mencapai triliunan rupiah.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel, Syamsir Rahman mengatakan luas lahan pertanian terdampak banjir besar yang melanda delapan kabupaten pada akhir 2025 hingga awal 2026 seluas 1.000 hektare lebih dan hanya 300an hektare yang mengalami puso.

Namun berbeda dengan data yang disajikan Dinas Pertanian Kabupaten Banjar yang menyebut luas total benih padi terdampak mencapai 6.780 kilogram, dengan 6.445 kilogram di antaranya dinyatakan puso. Secara keseluruhan, ada 1.563 hektare lahan padi terendam, dan 1.297 hektare di antaranya puso.

Pada bagian lain, Gubernur Kalsel, Muhidin, kemarin kembali menyalurkan ratusan paket bantuan kepada warga terdampak banjir di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Bantuan diberikan kepada warga sejumlah desa berupa paket sembako dan uang tunai Rp200 ribu perkeluarga. (E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya