Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

LKPS Kusuma Aji Klaten Gelar Uji Kompetensi Tari

Djoko Sardjono
26/1/2026 11:28
LKPS Kusuma Aji Klaten Gelar Uji Kompetensi Tari
LKPS Kusuma Aji Klaten, Klaten, menggelar uji kompetensi tari.(MI/Djoko Sardjono)

 

LEMBAGA Kursus dan Pelatihan Seni (LKPS) Kusuma Aji Klaten, Jawa Tengah, menggelar uji kompetensi tari. Kegiatan ini diikuti 107 siswa dari berbagai wilayah di Kabupaten Klaten dan Boyolali.

Uji kompetensi tari dasar, terampil, dan mahir bagi siswa LKPS Kusuma Aji di Joglo Saestu Klaten, Minggu (18/1), dibuka oleh Tri Indarti, Kepala Bidang Kebudayaan Disbudporapar Klaten.

Turut hadir pada uji kompetensi tari ke-25 tahun ini, anggota DPRD Jateng, Kadarwati, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Klaten, Guritno, dan perwakilan Dewan Kesenian Klaten.

Kepala LKPS Kusuma Aji, Tejo Sulistyo, mengatakan tujuan uji kompetensi tari yang diikuti 107 siswa kelompok putri dan putra untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran seni tari tersebut.

Selain untuk pembelajaran, pelaksanaan uji kompetensi tari pada semester I/2026 adalah juga bertujuan melatih keberanian dan rasa percaya diri pada siswa LKPS Kusuma Aji.

Uji kompetensi tari kelompok putri terdiri dari Tari Pangabekten, Tari Bondhan, Tari Kukilo, Tari Golek Campursari, Tari Roro Ngangsu, Tari Retno Pamudyo, dan Tari Golek Asmorodono,  Tari Merak Driyo, Tari Gunungsari, dan Tari Srimpi. Sedangkan kelompok putra Tari Prawiroguno dan Tari Menakjinggo.

“Untuk tim penguji kami hadirkan Kuswarsantyo, Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat; Reki Lestari, Ketua Sanggar Tari Kembang Sore Indonesia Pusat Yogyakata; dan Heni Winahyuningsih, Dosen Jurusan Tari ISI Yogyakata,” kata Tejo Sulistyo.

Kepala Bidang Kebudayaan Disbudporapar Klaten, Tri Indarti, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa uji kompetensi tari yang digelar LKPS Kusuma Aji merupakan program pembelajaran dalam mewujudkan pengembangan budaya.

Uji kompetensi bukan sekadar penilaian kemampuan para siswa tari, tetapi juga merupakan proses pembentukan karakter, disiplin, tanggung jawab, rasa percaya diri, serta kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya.

“Inilah sebenarnya esensi dari pembelajaran seni. Kami dari Bidang Kebudayaan Disbudporapar sangat mengapresiasi kepada Sanggar Tari Kusuma Aji yang secara konsisten melaksanakan program pembelajaran terstruktur, terukur, dan berorientasi kualitas,” ujarnya.

Menurut Tri Indarti, sanggar memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam pelestarian dan pengembangan seni budaya. Pun, sanggar sebagai ruang pembelajaran dan pembentukan karakter generasi muda.

“Kegiatan uji kompetensi tari ini sejalan dengan kebijakan pemajuan kebudayaan, di mana sanggar merupakan garda terdepan dalam pengembangan dan pelestarian seni budaya daerah warisan leluhur,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kadarwati, anggota DPRD Provinsi Jateng, mengingatkan pesan Trisakti  Bung Karno kepada para generasi muda pelaku seni budaya di Kabupaten Klaten.

Di depan para siswa peserta uji kompetensi tari, ia menjelaskan pesan Trisakti Bung Karno, yaitu berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang budaya.

“Mari kita aktualisasikan seni budaya lokal daerah, seperti sendratari, ketoprak, wayang, serta seni tradisional warisan leluhur lainnya yang berkembang di Kabupaten Klaten,” ujar Kadarwati. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya