Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Seni kriya merupakan salah satu cabang seni rupa yang menitikberatkan pada keterampilan tangan (craftsmanship) yang tinggi dalam proses penciptaannya. Dalam khazanah budaya Indonesia, contoh seni kriya sangatlah beragam dan tersebar di seluruh penjuru Nusantara. Istilah ini berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu 'Krya' yang berarti mengerjakan. Karya seni ini tidak hanya menonjolkan nilai estetika atau keindahan semata, tetapi juga sering kali memiliki nilai guna atau fungsi praktis dalam kehidupan sehari-hari.
Keunikan seni kriya terletak pada perpaduan antara kehalusan rasa seni dan ketelatenan teknis. Berbeda dengan seni rupa murni yang mementingkan ekspresi jiwa, seni kriya sering kali harus menyesuaikan dengan kebutuhan pasar atau kegunaan benda tersebut tanpa meninggalkan identitas budayanya. Berikut adalah pembahasan mendalam mengenai jenis, fungsi, dan contoh konkret seni kriya yang ada di Indonesia.
Sebelum masuk ke dalam daftar contoh, penting untuk memahami tiga fungsi utama dari seni kriya, yaitu:
Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah, sehingga bahan baku pembuatan kriya pun sangat bervariasi. Berikut adalah klasifikasi lengkap beserta contoh-contohnya:
Kriya tekstil adalah jenis kriya yang menggunakan bahan dasar kain atau benang. Proses pembuatannya bisa melalui penenunan, pembatikan, atau penyulaman.
Kayu adalah material yang paling sering digunakan dalam seni kriya tradisional Indonesia karena ketersediaannya yang melimpah dan sifatnya yang mudah dibentuk namun tahan lama.
Kriya keramik berbahan dasar tanah liat yang dibentuk, dibakar pada suhu tinggi, dan kemudian diglasir agar mengkilap dan tahan air.
Mengolah logam (emas, perak, perunggu, besi, tembaga) membutuhkan teknik cor (cetak) atau teknik tempa.
Memanfaatkan kulit hewan (sapi, kerbau, kambing, atau reptil) yang telah disamak.
Teknik menyilang-nyilangkan bahan nabati untuk membentuk benda yang kuat dan fungsional.
Memahami berbagai contoh seni kriya di atas bukan hanya sekadar menambah wawasan, tetapi juga langkah awal untuk mengapresiasi warisan leluhur. Di era modernisasi, seni kriya menghadapi tantangan dari produk pabrikan massal. Namun, nilai eksklusivitas, detail buatan tangan, dan filosofi budaya yang terkandung dalam setiap karya kriya tidak akan pernah bisa digantikan oleh mesin. Dengan membeli dan menggunakan produk kriya lokal, kita turut serta menjaga keberlangsungan ekonomi kreatif dan identitas bangsa Indonesia.
Jelajahi seni kriya: kreativitas tanpa batas dalam sentuhan tangan. Temukan inspirasi, teknik, dan keindahan karya seni unik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved