Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

20 Contoh Seni Kriya Nusantara, Pengertian, dan Fungsinya

Irvan Sihombing
19/1/2026 16:01
20 Contoh Seni Kriya Nusantara, Pengertian, dan Fungsinya
Ilustrasi(Antara)

Pengertian dan Esensi Seni Kriya

Seni kriya merupakan salah satu cabang seni rupa yang menitikberatkan pada keterampilan tangan (craftsmanship) yang tinggi dalam proses penciptaannya. Dalam khazanah budaya Indonesia, contoh seni kriya sangatlah beragam dan tersebar di seluruh penjuru Nusantara. Istilah ini berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu 'Krya' yang berarti mengerjakan. Karya seni ini tidak hanya menonjolkan nilai estetika atau keindahan semata, tetapi juga sering kali memiliki nilai guna atau fungsi praktis dalam kehidupan sehari-hari.

Keunikan seni kriya terletak pada perpaduan antara kehalusan rasa seni dan ketelatenan teknis. Berbeda dengan seni rupa murni yang mementingkan ekspresi jiwa, seni kriya sering kali harus menyesuaikan dengan kebutuhan pasar atau kegunaan benda tersebut tanpa meninggalkan identitas budayanya. Berikut adalah pembahasan mendalam mengenai jenis, fungsi, dan contoh konkret seni kriya yang ada di Indonesia.

Fungsi Seni Kriya

Sebelum masuk ke dalam daftar contoh, penting untuk memahami tiga fungsi utama dari seni kriya, yaitu:

  • Fungsi Hias (Dekorasi): Karya seni yang dibuat semata-mata sebagai pajangan atau elemen dekoratif untuk memperindah ruangan. Contohnya patung, hiasan dinding, dan vas bunga artistik.
  • Fungsi Pakai (Terapan): Karya yang mengutamakan kegunaan praktis untuk membantu aktivitas manusia, namun tetap memiliki sentuhan seni. Contohnya furnitur ukir, keramik peralatan makan, dan tas anyaman.
  • Fungsi Mainan: Karya yang dibuat sebagai alat permainan, biasanya sarat dengan nilai budaya. Contohnya boneka kayu, wayang, dan congklak.

Klasifikasi dan Contoh Seni Kriya Berdasarkan Bahan

Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah, sehingga bahan baku pembuatan kriya pun sangat bervariasi. Berikut adalah klasifikasi lengkap beserta contoh-contohnya:

1. Seni Kriya Tekstil

Kriya tekstil adalah jenis kriya yang menggunakan bahan dasar kain atau benang. Proses pembuatannya bisa melalui penenunan, pembatikan, atau penyulaman.

  • Batik: Ini adalah primadona kriya Nusantara yang telah diakui UNESCO. Batik tulis maupun cap menggunakan teknik perintang warna dengan lilin malam. Motifnya beragam, mulai dari Parang (Yogyakarta) hingga Mega Mendung (Cirebon).
  • Tenun Ikat: Dibuat dengan menyatukan benang secara memanjang dan melintang. Contoh populernya adalah Tenun Ikat Troso dari Jepara dan Tenun Sumba.
  • Songket: Kain mewah yang ditenun dengan benang emas atau perak, khas dari daerah Palembang dan Minangkabau.
  • Sulaman/Bordir: Seni menghias kain dengan jarum dan benang, seperti yang terkenal dari Tasikmalaya dan Bukittinggi.

2. Seni Kriya Kayu

Kayu adalah material yang paling sering digunakan dalam seni kriya tradisional Indonesia karena ketersediaannya yang melimpah dan sifatnya yang mudah dibentuk namun tahan lama.

  • Ukir Kayu Jepara: Jepara dikenal sebagai kota ukir dunia. Produknya berupa furnitur (meja, kursi, lemari) dengan detail ukiran yang rumit dan halus.
  • Wayang Golek: Boneka kayu tiga dimensi yang berasal dari Jawa Barat, digunakan sebagai media pertunjukan seni.
  • Topeng Kayu: Digunakan dalam tari-tarian tradisional, seperti Topeng Malangan atau Topeng Cirebon.
  • Patung Asmat: Seni ukir kayu dari Papua yang memiliki nilai spiritual tinggi dan bentuk yang ekspresif.

3. Seni Kriya Keramik

Kriya keramik berbahan dasar tanah liat yang dibentuk, dibakar pada suhu tinggi, dan kemudian diglasir agar mengkilap dan tahan air.

  • Gerabah Kasongan: Berasal dari Bantul, Yogyakarta. Contoh produknya meliputi guci, pot bunga, dan patung loro blonyo.
  • Piring dan Gelas Hias: Peralatan makan yang didesain dengan lukisan tangan atau bentuk unik untuk keperluan jamuan resmi.
  • Vas Bunga Porselen: Keramik dengan kualitas tanah liat yang lebih halus (kaolin) dan pembakaran suhu sangat tinggi.

4. Seni Kriya Logam

Mengolah logam (emas, perak, perunggu, besi, tembaga) membutuhkan teknik cor (cetak) atau teknik tempa.

  • Keris: Senjata tradisional yang dibuat dengan teknik tempa lipat logam, memiliki nilai filosofis dan magis yang tinggi.
  • Perak Kotagede: Kerajinan perak dari Yogyakarta yang menghasilkan perhiasan, miniatur bangunan, hingga peralatan makan dari perak.
  • Gamelan: Alat musik tradisional yang terbuat dari campuran tembaga dan timah (perunggu), dibuat dengan teknik cor dan tempa.

5. Seni Kriya Kulit

Memanfaatkan kulit hewan (sapi, kerbau, kambing, atau reptil) yang telah disamak.

  • Wayang Kulit: Lembaran kulit kerbau yang ditatah (dilubangi) dan disungging (diwarnai) untuk pertunjukan bayang-bayang.
  • Tas dan Sepatu Kulit: Produk kriya modern yang banyak diproduksi di daerah Manding, Yogyakarta, dan Tanggulangin, Sidoarjo.
  • Kaligrafi Kulit: Hiasan dinding bertuliskan ayat suci yang diukir di atas media kulit hewan.

6. Seni Kriya Anyaman

Teknik menyilang-nyilangkan bahan nabati untuk membentuk benda yang kuat dan fungsional.

  • Anyaman Rotan: Sering dijadikan kursi, meja, dan penyekat ruangan. Cirebon adalah salah satu sentra pengrajin rotan terbesar.
  • Anyaman Bambu: Digunakan untuk membuat besek, tampah, topi caping, hingga dinding rumah tradisional (gedek).
  • Anyaman Pandan: Daun pandan yang dikeringkan dan dianyam menjadi tikar, tas, atau dompet.

Pentingnya Melestarikan Seni Kriya

Memahami berbagai contoh seni kriya di atas bukan hanya sekadar menambah wawasan, tetapi juga langkah awal untuk mengapresiasi warisan leluhur. Di era modernisasi, seni kriya menghadapi tantangan dari produk pabrikan massal. Namun, nilai eksklusivitas, detail buatan tangan, dan filosofi budaya yang terkandung dalam setiap karya kriya tidak akan pernah bisa digantikan oleh mesin. Dengan membeli dan menggunakan produk kriya lokal, kita turut serta menjaga keberlangsungan ekonomi kreatif dan identitas bangsa Indonesia.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik