Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Wisata Perahu Korea Stasiun Tuntang: Spot Instagramable Baru di Jateng

Hariyanto
13/1/2026 18:01
Wisata Perahu Korea Stasiun Tuntang: Spot Instagramable Baru di Jateng
Stasiun Tuntang hadirkan wisata perahu ala Korea! Simak pengalaman menyusuri Rawa Pening dengan vibes estetik hanya dengan Rp15.000.(MI/HT)

STASIUN Tuntang baru saja melakukan rebranding besar-besaran. Tidak lagi sekadar tempat transit kereta wisata Ambarawa-Tuntang, destinasi ini resmi bersalin rupa menjadi spot paling Instagramable di Jawa Tengah lewat kehadiran wisata perahu ala Korea di dermaganya.

Ini bukan sekadar wisata air biasa. Ini adalah cara cerdik PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan KAI Wisata untuk "masuk" ke radar Gen Z melalui strategi experience-based tourism. Pariwisata dikemas agar berbasis heritage melalui wisata perahu ala Korea di dermaga Stasiun Tuntang. 

Wisata ini menawarkan pengalaman menyusuri perairan Rawa Pening dengan nuansa estetik dan romantis, sekaligus menguatkan citra Stasiun Tuntang sebagai ikon sejarah perkeretaapian nasional.

Mengapa harus konsep Korea? Jawabannya jelas: visual appeal. Dengan desain perahu yang estetik, pengalaman menyusuri perairan Rawa Pening kini punya nuansa romantis layaknya adegan dalam drama Korea (Drakor).

VP Corporate Secretary KAI Wisata, Otnial Eko Pamiarso, menjelaskan bahwa langkah ini adalah cara menghidupkan sejarah tanpa membuatnya terasa membosankan. 

“Melalui dukungan CSR KAI (Persero) dan pengelolaan oleh KAI Wisata, wisata perahu ini menjadi simbol sinergi antara induk dan anak perusahaan untuk mengangkat nilai sejarah menjadi pengalaman wisata yang menarik, edukatif, dan bernilai ekonomi,” ujarnya, Selasa (13/1).

Spill the Price: Mewah di Kamera, Ramah di Kantong

Bagi Gen Z yang sangat mempertimbangkan value for money, wisata ini adalah "definisi healing murah". Hanya dengan Rp15.000, pengunjung sudah bisa mendapatkan konten foto premium berdurasi 20 menit di atas perahu dengan kapasitas maksimal lima orang.

Corporate Branding & Communication KAI Wisata, Riesta Junianti, menekankan bahwa kunci dari pariwisata masa kini adalah keterlibatan emosional. 

“Kami ingin menjadikan Stasiun Tuntang sebagai destinasi heritage yang tidak hanya dilihat, tetapi juga dirasakan. Pengalaman yang instagramable, romantis, dan sarat makna sejarah menjadi daya tarik utamanya,” kata Riesta.

Meskipun dikemas dengan sentuhan modern, esensi Stasiun Tuntang sebagai situs sejarah nasional tetap menjadi fondasi utama. Harapannya, setelah para anak muda ini terpikat oleh indahnya perahu ala Korea, mereka juga akan mulai peduli dan mengapresiasi nilai sejarah perkeretaapian yang ada di bangunan stasiun tersebut.

Dengan jam operasional mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB, kawasan ini kini menjelma menjadi destinasi wisata terpadu. Mulai dari edukasi sejarah perkeretaapian hingga eksplorasi alam Rawa Pening, Stasiun Tuntang membuktikan bahwa heritage bisa tetap slay dan relevan di mata generasi masa kini. (HT/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya