Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
RIBUAN rumah di Empat Kecamatan di Kabupaten Lamongan, hingga kini masih dilanda banjir, akibat luapan Sungai Bengawan Jero. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, turun ke lokasi untuk memberikan bantuan ke warga.
Selain kecamatan Deket, kecamatan lain di Kabupaten Lamongan yang dilanda banjir, di antaranya Kecamatan Kalitengah, Kecamatan Turi, Kecamatan Karangbinangun, dan Kecamatan Glagah, dengan total 1.629 rumah terdampak.
Pemprov Jatim memberikan bantuan non-pangan berupa paket kebersihan sebanyak 30 paket, sandang wanita 60 buah, sandang lansia 72 buah, sandang pria 60 buah, kidswear 50 dus, serta sepatu boots sebanyak 150 pasang guna mendukung kebutuhan warga dan petugas di lapangan.
“Bantuan ini kami harapkan dapat meringankan beban warga terdampak sekaligus mendukung upaya penanganan di lapangan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi selama masa tanggap darurat,” kata Khofifah saat meninjau lokasi banjir.
Untuk mendukung percepatan penanganan, BPBD Provinsi Jawa Timur bersama BPBD Kabupaten Lamongan terus melakukan pemantauan intensif terhadap ketinggian air Sungai Bengawan Jero dan kondisi genangan di lapangan.
Dua unit pompa di Rumah Pompa Kalitengah tetap dioperasikan, serta pintu air dibuka guna mengurangi debit air dan mempercepat surutnya genangan.
“Saya datang langsung ke Desa Laladan untuk memastikan kondisi warga, sekaligus memastikan bahwa negara hadir bersama masyarakat. Kami ingin warga tetap tenang, karena pemerintah terus bekerja dan tidak meninggalkan masyarakat yang terdampak,” ujar Gubernur.
HUJAN LEBAT
Banjir di wilayah Lamongan dipicu hujan berintensitas lebat sejak Selasa (16/12/2025) hingga dini hari, yang diperparah oleh air kiriman dari Waduk Gondang.
Kondisi tersebut menyebabkan debit Sungai Bengawan Jero meningkat dan berdampak pada genangan di sejumlah desa, termasuk Desa Laladan, Kecamatan Deket.
Di Kecamatan Deket, banjir berdampak pada empat desa, yakni Desa Weduni, Tukerto, Sidomulyo, dan Laladan. Tercatat genangan merendam jalan poros desa dan jalan lingkungan dengan ketinggian antara 10 hingga 26 sentimeter, serta 538 rumah warga terdampak dengan ketinggian air rata-rata 5–10 sentimeter. Hingga saat ini, kondisi genangan di Kecamatan Deket dilaporkan dalam status stabil.
Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Lamongan telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi selama 14 hari, terhitung mulai 30 Desember 2025 hingga 12 Januari 2026, sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa maupun pengungsi. Ini patut kita syukuri bersama. Namun kewaspadaan tetap harus dijaga, terutama karena cuaca masih berpotensi hujan. Keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.(E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved