Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Rumah Warga Belum Miliki Septic Tank, Pemkot Bandung Siapkan Biotank

Naviandri
08/1/2026 23:18
Rumah Warga Belum Miliki Septic Tank, Pemkot Bandung Siapkan Biotank
Wali Kota Bandung Muhamad Farhan melihat data warga yang belum memiliki septic tank(Dok.Diskominfo Bandung)

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan biotank, sebagai solusi terhadap puluhan rumah yang berada di Kelurahan Pasirjati dan Pasanggrahan Kota Bandung, yang belum memiliki septic tank.

Ini dikatakan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan Kamis (8/1) menyoroti permasalahan sanitasi lingkungan saat melakukan monitoring kewilayahan di RW 10 Kelurahan Pasirjati dan RW 15 Kelurahan Pasanggrahan. Di kedua kelurahan tersebut ditemukan masih banyak rumah warga yang belum memiliki septic tank layak.

Di RW 10 Kelurahan Pasirjati, tercatat sebanyak 84 rumah belum dilengkapi septic tank. Sedangkan di RW 15 Kelurahan Pasanggrahan terdapat 38 rumah dengan kondisi serupa. Kondisi ini berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan berdampak pada kesehatan masyarakat jika tidak segera ditangani.

"Pemkot telah menyiapkan solusi yang disesuaikan dengan kondisi wilayah. Untuk Kelurahan Pasanggrahan, pembangunan septic tank komunal dinilai kurang memungkinkan sehingga akan diterapkan septic tank individual menggunakan teknologi biotank. Teknologi ini tidak perlu disedot secara berkala karena kotorannya dilarutkan dengan cairan khusus,” jelasnya.

Farhan menilai, teknologi biotank merupakan solusi yang lebih praktis dan ramah lingkungan, terutama untuk kawasan permukiman padat dengan keterbatasan lahan. Farhan juga mengajak warga yang hingga kini belum memiliki septic tank agar segera melapor melalui ketua RW setempat. 

"Kami  siap menindaklanjuti laporan tersebut secara langsung, baik dengan pembangunan septic tank komunal maupun perorangan sesuai kebutuhan. Nanti saya akan samperin satu-satu. Kita bikinin septic tank, bisa komunal atau perorangan. Yang penting tidak boleh terjun bebas,” tuturnya. 

AKSES JALAN
Selain masalah septic tank, di Kelurahan Pesanggrahan tersebut orang nomor satu di Kota Bandung juga memastikan penanganan terhadap putusnya akses jalan yang menghubungkan RW 09 dan RW 10 Kelurahan Pasanggrahan. 

Rerputusnya akses jalan tersebut disebabkan longsor yang terjadi pada 2022 dan hingga kini belum tertangani secara menyeluruh. Kondisi ini berdampak pada aktivitas warga, terutama akses menuju area pertanian dan lahan sawah abadi di sekitar lokasi.

“Ini akibat longsor pada 2022 sampai hari ini belum diperbaiki. Kita akan buatkan gambar atau desain jalan yang baik. Namun pembangunan jalan tidak bisa dilakukan secara sederhana tanpa memperhitungkan potensi longsor susulan. Oleh karena itu, aspek mitigasi bencana menjadi perhatian utama dalam perencanaan pembangunan," paparnya.

Menurut Farhan, salah satu langkah penting yang harus dilakukan adalah reboisasi di area rawan longsor, khususnya di sisi barat lokasi yang menjadi titik utama pergerakan tanah. Penguatan vegetasi dinilai penting untuk menjaga stabilitas lereng dan mencegah terulangnya bencana serupa. Jadi sisi bagian barat yang longsor itu harus diperkuat dengan reboisasi.

"Pembangunan akses jalan nantinya akan mengintegrasikan fungsi konektivitas dan kelestarian lingkungan. Dengan begitu, akses menuju kawasan pertanian, termasuk Sain Farm dan lahan sawah abadi, dapat kembali normal tanpa mengabaikan faktor keselamatan warga," sambungnya. (E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya