Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SYAIFULLAH, 39, warga Desa Dusun Slabayan, Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Jawa timur, terlihat serius. Ia mendengarkan setiap materi yang disampaikan instruktur pada pelatihan ternak bebek petelur.
Setiap kalimat yang diucapkan instruktur dicatat dalam sebuah buku kecil yang berisi catatan catatan ringan selama mengikuti program yang diadakan Medco Energi Sampang Pty Ltd.
Bagaimana mengembangkan bebek petelur, merawat serta menjual ke pasar, Syaifullah mencatatnya sangat rapi seolah tidak mau ketinggalan dalam setiap instruksi yang diberikan.
Syaifullah bukan seorang diri mengikuti program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat. Ada sejumlah warga sampang lainnya juga ikut dalam program tersebut. Keinginannya tidak lain mengubah nasib lebih baik menjadi peternak bebek petelur.
Syaifullah dan kawan kawan memilih mengikuti program perusahaan migas Medco Energy Sampang Pty ini, karena ternak bebek petelur merupakan peluang usaha yang menjanjikan karena perawatannya relatif mudah dan pangsa pasarnya luas.
“Di Desa Sejati, terdapat potensi masyarakat dalam bidang peternakan bebek, namun keterbatasan alat dan modal menghambat pengembangan usaha tersebut, di PPM ini kami diajarkan banyak sekali ilmu,” kata Syaifullah.
Selain itu, peserta termotivasi mengikuti program Medco Energi Sampang Pty. Ltd. karena ingin mengembangkan pengetahuan dan keterampilan di bidang peternakan. Melalui program ini, peserta berharap dapat menambah wawasan dan pengalaman yang dapat diterapkan dalam kegiatan peternakan di lingkungan masing-masing.
Peserta juga memiliki harapan agar ilmu yang diperoleh dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga. “Ingin mengubah nasib lebih baik, begitu ada peluang pelatihan tidak menyia nyiakan kesempatan ini,” katanya.
Bukan hanya peternak bebek petelur, Medco juga memberikan pelatihan bengkel seperti dilakukan Desa Pulau Mandangin, Madura. Para pemuda Desa Pulau Mandangin mengikuti program pelatihan servis sepeda motor karena ingin memiliki keterampilan yang dapat dijadikan bekal untuk bekerja atau membuka usaha sendiri. Sebelum pelatihan, sebagian besar dari mereka belum memiliki pekerjaan tetap dan penghasilan yang cukup.
Mereka berharap melalui pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan, menambah pengalaman, serta membantu perekonomian keluarga. Selain itu, dukungan dari pemerintah desa dan semangat untuk maju menjadi dorongan utama bagi para pemuda untuk ikut serta dalam program tersebut.
Program pelatihan perbengkelan bagi pemuda Desa Pulau Mandangin dilaksanakan berdasarkan usulan dari masyarakat yang disampaikan melalui kegiatan Jaring Aspirasi Masyarakat yang diadakan oleh Medco Energi Sampang Pty. Ltd. pada tahun 2016
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mengusulkan agar diadakan pelatihan keterampilan bagi pemuda desa untuk meningkatkan kemampuan dan membuka peluang kerja. Usulan ini diterima dengan baik oleh pihak Medco Energi Sampang Pty. Ltd., yang kemudian menindaklanjutinya dengan menyelenggarakan program pelatihan perbengkelan.
Bantuan yang diberikan kepada pemuda Desa Pulau Mandangin berupa pelatihan servis sepeda motor dan bantuan alat serta bahan usaha perbengkelan.
Pelatihan diberikan untuk meningkatkan keterampilan pemuda dalam memperbaiki dan merawat sepeda motor. Dengan jumlah peserta sebanyak 6 orang pemuda pesisir Desa Pulau Mandangin.
Program peternak bebek petelur yang diceritakan Syaifullah maun bengkel di Pulau Mandangin, bagian kecil dari program PPM yang dilakukan Medco Energi Sampang Pty. Ltd, cukup banyak program PPM lainya yang dilakukan perusahaan gas ini di Madura, apakah itu di Sampang, Sumenep, Bangkalan atau Pamekasan.
Hampir semua sektor disentuh, mulai dari pelatihan bengkel, perbaikan infrastruktur, pemberdayaan perempuan di bidang UMKM. Targetnya tidak lain, mendukung operasi kelancaran hulu migas dan menciptakan kesejahteraan sosial yang berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.
Sebagai perusahaan multinasional sudah menjadi kewajiban Medco Energi Sampang Pty. Ltd, melibatkan masyarakat sekitar dilokasi mereka melakukan operasional perusahaannya.
Kewajiban perusahaan minyak dan gas bumi (Migas) untuk melaksanakan program CSR, yang dalam industri ini lebih spesifik disebut sebagai Program Pengembangan Masyarakat (PPM) atau Community Development , diatur secara ketat melalui beberapa lapisan regulasi di Indonesia.
Dasar hukum dan aturan utama pelaksanaan PPM di bidang migas : UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi: Dalam Pasal 40 ayat (5), dijelaskan bahwa badan usaha atau bentuk usaha tetap wajib ikut bertanggung jawab dalam mengembangkan lingkungan dan masyarakat setempat.
Medco Energi Sampang Pty. Ltd dalam melibatkan masyarakat tidak dilakukan secara serampangan, namun dilakukan sangat terukur dengan tingkat verifikasi sangat ketat sebelum PPM dilaksanakan.
Manager Field Relation & Community Enhancement Hartono mengatakan Medco mengedepankan unsur kehati hatian dalam setiap program PPM agar tidak berbenturan dengan program lainnya.
Tercatat delapan tahapan atau langkah verifikasi yang dilakukan oleh tim Medco sebelum PPM diberikan ke masyarakat yang mengajukan proposal, yakni tahap Needs Assessment, Jasmas, Verifikasi, Sinkronisasi, Penyusunan RAB, Pelaksanaan Program, Monev.
“Ini kami lakukan sangat hati hati baik administrasi, hingga monev hasil programnya. Bahkan, jika berbenturan dengan program pihak lain maka program bisa dibatalkan atau dialihkan,” kata Hartono.
Muncul anggapan bahwa PPM dari Medco sangat ketat dan menyulitkan. Haryono pun memberikan jawaban tegas bahwa yang dilakukan Medco semata mata kehati hatian agar tidak terjadi benturan di masyarakat.
Setiap proposal yang masuk, kata Hartono, dilakukan verifikasi sangat ketat. Begitu menemukan ada keanehan dan kejanggalan apalagi setelah verifikasi lapangan ternyata sudah dilakukan pihak lain maka Medco bisa membatalkan.
Seleksi yang ketat tersebut lebih merujuk pada kepatuhan terhadap regulasi yang mengikat dari pemerintah dan upaya perusahaan untuk menjalankan program yang terstruktur dan terukur, meskipun ada dinamika sosial terkait transparansi pelaksanaan di lapangan.
“Mereka yang mengajukan proposal tidak terhitung jumlahnya, jika tidak dilakukan verifikasi dan hati hati dampaknya akan panjang. Perusahaan sangat terukur dan transparan dalam dalam setiap proposal harus dipertanggungjawab dengan benar,” katanya.
Bahkan, mereka yang sudah ‘deal’ mengerjakan program Medco, juga harus menandatangani Pakta Integritas. Pakta Integritas merupakan komitmen bersama untuk menjalankan program dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keberpihakan pada masyarakat.
Madura Development Watch (MDW) Sampang sebagai fasilitator Program Pengembangan Masyarakat (PPM) Medco Energi merasakan bagaimana kehati hatian Medco dalam PPM di Madura.
Ketua MDW Sampang, Siti Farida mengatakan Penandatanganan Pakta Integritas ini bukan hanya simbolis, melainkan juga bentuk nyata komitmen. “Kami mengawal implementasi program agar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya di desa-desa yang menjadi wilayah operasi Medco Energi Sampang,” katanya.
Kegiatan yang dilakukan Medco juga menjadi momentum evaluasi dan pemetaan awal terhadap potensi tantangan yang mungkin muncul selama pelaksanaan program tahun 2025. “Kami ingin program ini benar-benar memberi manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar Siti.
Cara yang dilakukan Medco dalam melibatkan masyarakat di Madura mendapat apresiasi, Guru Besar Fakultas Ekonomi Unair, Prof. Dr. Imron Rosyidi. Menurutnya, Medco Energi Sampang Pty. Ltd., keberadaan mereka di wilayah Madura bukan sekedar mengeksplorasi tentang sumber daya alam, melainkan tentang membangun hubungan emosional melalui kepedulian yang nyata.
Melalui Program Pengembangan Masyarakat (PPM), Medco hadir untuk memastikan bahwa energi yang mereka hasilkan mampu memberikan positif bagi kesejahteraan warga lokal.
“Kepedulian ini diwujudkan melalui masyarakat pemberdayaan yang menyentuh akar rumput, mulai dari melatih ketangkasan bebek di pelosok desa hingga membuka rahasia tentang ekonomi bagi UMKM, sebagai bukti bahwa perusahaan tumbuh dan berkembang bersama napas kehidupan Madura,” katanya.
Melalui Program Pengembangan Masyarakat (PPM) yang terukur dan transparan, Medco Energi Sampang Pty. Ltd. membuktikan bahwa operasional hulu migas dapat berjalan selaras dengan kesejahteraan warga Madura. Ketatnya proses verifikasi delapan tahap hingga penandatanganan Pakta Integritas bukanlah hambatan, melainkan ikhtiar menjaga amanah bantuan demi bantuan seperti ternak bebek Syaifullah hingga perbengkelan di Pulau Mandangin tepat sasaran. ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di Pulau Garam. (FL/E-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved