Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

UPI Kirim Tim Relawan Tenaga Medis dan Kesehatan ke Langkat

Naviandri
17/12/2025 17:14
UPI Kirim Tim Relawan Tenaga Medis dan Kesehatan ke Langkat
Anggota tim medis Universitas Pendidikan Indonesia yang bertolak ke Langkat.(MI/Naviandri)

 

UNTUK  membantu korban terdampak bencana di Sumatra, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melepas Tim Relawan Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan yang akan bertugas di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara (Sumut). UPI juga mengikutsertakan dua orang mahasiswa dalam tim tersebut.

Rektor UPI, Didi Sukyadi saat melepas tim Rabu (17/12) menyatakan, tim relawan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Darurat Bencana yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta berkolaborasi dengan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) UPI.

"Saya berpesan agar tim relawan senantiasa menjaga kesabaran, kekompakan serta koordinasi dengan perguruan tinggi mitra dan pemangku kepentingan setempat selama bertugas di lapangan. Kita tidak pernah tahu kondisi apa yang akan dihadapi di lapangan. Jaga niat untuk berbuat baik, tetap berkoordinasi dengan mitra di daerah, dan niatkan seluruh ikhtiar ini sebagai amal kemanusiaan,” ucapnya.

Menurut Didi, selain penggalangan dana, UPI juga menyatakan kesiapan untuk membantu pemerintah melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan dengan menyalurkan dana pengabdian kepada masyarakat di wilayah bencana. Bantuan tersebut difokuskan pada tema medis dan kesehatan, yang direalisasikan melalui penyusunan proposal dan pembentukan tim relawan. Bantuan tersebut difokuskan pada tema medis dan kesehatan, yang direalisasikan melalui penyusunan proposal dan pembentukan tim relawan. 

"Pelepasan tim relawan ini merupakan upaya UPI untuk hadir secara nyata membantu masyarakat terdampak bencana. Dengan penuh kerendahan hati, UPI berharap kontribusi ini dapat memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan, sekaligus menguatkan komitmen pengabdian dan nilai kemanusiaan yang terus dijalankan sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi," tandasnya.

Ketua Tim Relawan Pipit Pitriani menerangkan, tim yang dipimpinnya beranggotakan 12 orang, yakni 10 dosen dan dua mahasiswa yang terdiri dari tiga fakultas di lingkungan UPI, yaitu Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), dan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK). Tim ini dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu tim medis dan kesehatan serta tim psikososial

"Keberangkatan dijadwalkan pada hari ini, dengan estimasi kepulangan pada 24 atau 25 Desember 2025. Lokasi pengabdian difokuskan di Kabupaten Langkat karena meskipun kondisi umum mulai membaik, sejumlah wilayah pemukiman warga masih terdampak banjir dan memerlukan penanganan kesehatan pasca bencana," jelas Pipit yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu Fakultas Kedokteran UPI.

Pipit menambahkan dalam pelaksanaannya, tim akan dibagi menjadi tiga kelompok kerja. Pertama merupakan tim pelayanan kesehatan yang akan membuka layanan kesehatan untuk pemeriksaan umum, perawatan luka, serta penanganan keluhan kesehatan masyarakat. Kedua adalah tim trauma healing yang melibatkan dosen FIP untuk memberikan pendampingan psikososial kepada warga terdampak dan ketiga berasal dari FPOK yang akan memberikan edukasi terkait gizi, asupan makanan sehat serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di masa pascabencana.

DUA MAHASISWA
Sedangkan dua mahasiswa tersebut adalah Ogi Permana, mahasiswa Program Profesi Ners Angkatan 2025, serta Mokh. Rakhmad Abadi, mahasiswa Program Doktor (S3) Pendidikan Olahraga Angkatan 2025. 

Ogi menceritakan keterlibatannya sebagai relawan merupakan bagian dari tugas pengabdian sekaligus penerapan ilmu yang telah dipelajari selama perkuliahan. “Keikutsertaan saya sebagai relawan merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus implementasi ilmu keperawatan yang telah saya pelajari. Saya ingin memberikan kontribusi nyata dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana,” imbuhnya.

Menurut Ogi, kondisi lapangan pascabencana diperkirakan menghadirkan sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan akses menuju lokasi hingga risiko meningkatnya penyakit akibat lingkungan yang kurang higienis.Akses ke lokasi kemungkinan terbatas karena dampak banjir. Selain itu, kondisi lingkungan pascabencana bisa meningkatkan risiko penyakit infeksi seperti diare dan penyakit kulit.

Hal sama disampaikan oleh Mokh Rakhmad Abadi, mahasiswa Program Doktor Pendidikan Olahraga. Ia menilai keterlibatannya dalam tim relawan menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa lintas disiplin dalam mendukung pemulihan pascabencana. Yang jelas keikutsertaan mereka sebagai relawan telah mendapatkan izin dari orang tua. 

“Orang tua awalnya khawatir, tetapi setelah dijelaskan tujuan kegiatan, sistem pendampingan, dan pengawasan dari institusi, mereka mendukung penuh. Kesempatan ini merupakan amanah. Saya merasa ini menjadi pengalaman berharga untuk menumbuhkan empati, kepedulian sosial, dan profesionalisme sebagai calon perawat,” katanya. (E-2)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya