Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Banjir Rob Pantura Masih Ancam Tujuh Daerah Pesisir

Akhmad Safuan
12/12/2025 11:07
Banjir Rob Pantura Masih Ancam Tujuh Daerah Pesisir
Banjir merendam di sejumlah kawasan di Kabupaten Demak akibat durasi rob semakin panjang di perairan utara Jumat (12/12)(MI/Akhmad Safuan)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah pada Jumat (12/12). Ancaman ganda berupa hujan lebat disertai badai di kawasan pegunungan dan banjir rob yang masih merendam wilayah Pantura diminta menjadi perhatian serius bagi masyarakat.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Risca Maulida, mengatakan cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi terjadi di 18 daerah, terutama kawasan pegunungan, dataran tinggi, dan Jawa Tengah bagian timur.

"Waspadai bencana hidrometeorologi sebagai dampak cuaca ekstrem, terutama pada siang, sore hingga awal malam," ujar Risca.

Daerah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem meliputi: Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Temanggung, Batang, Slawi, Magelang, dan Ambarawa.

Secara terpisah, Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Doni Prastio, mengingatkan bahwa meski gelombang tinggi mereda, banjir rob masih menjadi ancaman utama di perairan utara.

Air laut pasang (rob) berlangsung lama, yakni mulai pukul 00.00 WIB hingga 05.00 WIB dengan ketinggian mencapai 1,1 meter.

Banjir rob tersebut masih merendam dan mengganggu aktivitas warga di sejumlah daerah Pantura, yakni Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, dan Pati.

“Rob masih berlangsung sehingga diminta warga di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah tetap siaga bencana banjir,” kata Doni. Ia menambahkan, aktivitas warga seperti transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budidaya perikanan, dan petani garam terganggu, apalagi curah hujan yang tinggi memperburuk kondisi banjir. (AS/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya