Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG Kamis (11/12) petang, pencarian korban tenggelamnya santriwati Muhammadiyah Boarding School (MBS) Tahfidzul Qur'an Al Maa'uun Blora hanyut dan tenggelam di Sungai Lusi, Desa Kedungjenar, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, membuahkan hasil. Korban kembali ditemukan meski dalam keadaan tidak bernyawa.
Dengan begitu, sudah dua korban meninggal ditemukan. Tersisa tiga santriwati lagi yang masih hilang.
"Kedua santriwati korban hanyut dan tenggelam ditemukan dalam kondisi meninggal dunia yakni NC (15) warga Jepon dan NAS (16) warga Kunduran, Blora," kata Kepala Polres Blora AKBP Wawan Andi Susanto di lokasi kejadian.
Totalnya ada delapan santriwati hanyut di Sungai Lusi pada Kamis (11/12) pagi, sekitar pukul 06.30 WIB. Tiga orang dapat diselamatkan. Korban tewas pertama ditemukan sekitar pukul 13.30 WIB dan korban tewas ke-2 ditemukan pada pukul 15.32 WIB.
Para santriwati pergi ke sungai untuk mencari kerang. Mereka merupakan bagian dari rombongan santriwati yang sedang berkunjung ke rumah salah satu ustaz, yang berada tidak jauh dari sungai.
Para santriwati terbiasa mencari kerang di sungai jika berkunjung ke rumah ustaz tersebut. Namun, sebelum kejadian sejumlah santriwati lainnya dikatakan telah mengingatkan para korban untuk tidak masuk ke sungai karena khawatir dengan kondisi air sungai.
Wawan mengungkapkan para santriwati yang hanyut dan tenggelam di Sungai Lusi tersebut berasal dari daerah Blora. Pencarian diteruskan hingga malam hari. "Ratusan petugas kita masih terus menyusuri sungai untuk memperluas jangkauan pencarian," imbuh wawan.
Bupati Blora Arief Rohman bersama Wakil Bupati Sri Setyorini juga terlihat ikut dalam pencarian santriwati yang tenggelam di Sungai Lusi di Desa Kedungjenar, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora. "Saya akan ikut mengawal proses pencarian," ujar Arief Rohman pada petang tadi.
Arief mengingatkan warga untuk lebih waspada dalam beraktivitas di kondisi cuaca ekstrem sekarang ini. "Diminta warga untuk waspada, terutama tidak membiarkan anak-anak bermain di sungai karena cukup berbahaya dan kami minta doa warga semua agar tiga korban yang masih dalam pencarian segera ditemukan," ujarnya. (M-1)
Delapan satriwati hanyut pada Kamis (11/12) pagi di Sungai Lusi, Blora, Jawa Tengah. Tiga selamat, satu ditemukan meninggal, dan empat masih hilang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved