Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Bencana banjir bandang dahsyat yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah memasuki hari ke-14 dan menimbulkan duka mendalam. Kondisi yang menyayat hati ini memicu gelombang empati kemanusiaan dari berbagai daerah, khususnya yang ditujukan kepada para mahasiswa perantau asal wilayah terdampak.
Di Jember, Jawa Timur, sebuah kafe dan resto bernama Cak Kaji di Desa Antirogo, Kecamatan Sumber Sari, mengambil inisiatif mulia dengan menggratiskan sarapan, makan siang, dan makan malam bagi mahasiswa perantau asal Aceh dan Sumatera.
Pemilik Kafe dan Resto Cak Kaji, Sudianto, mengatakan aksi amal ini bertujuan meringankan beban mahasiswa yang keluarganya kini terdampak langsung oleh bencana besar. Program makan gratis ini berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan.
“Kami ingin menyisihkan sumbangsih sedikit apa pun untuk saudara kami. Karena kami tidak dapat menjangkau di sana, maka anak-anak mahasiswa dan anak perantau yang ada di Jember kami berusaha bantu semaksimal mungkin, dengan memberi makan gratis pagi, siang, sore, dan malam selama kami buka,” tutur Sudianto.
Teuku Khairil Akli, seorang mahasiswa Universitas Jember asal Pidie, Aceh, mengaku bantuan sedekah makan tiga kali sehari ini sangat membantu meringankan beban hidupnya, terutama di tengah kekhawatiran terhadap kondisi kampung halamannya.
“Hingga sekarang saja ada teman-teman yang sulit kontak telepon keluarga dan tidak mengetahui persis sejauh mana kabar keluarga dan rekan saudara,” kata Teuku, Rabu (10/12).
Aksi serupa juga terjadi di Pekanbaru, Riau. Warung Nasi Sambel Korek (NSK Group) mengimbau mahasiswa perantau dari Aceh, Sumut, dan Sumbar yang kuliah di Pekanbaru untuk datang dan mendapatkan makan gratis. Persembahan ini dikhususkan bagi remaja perantau yang keluarganya terimbas banjir dan mengalami kesulitan finansial.
Warung yang berlokasi di Jalan Naga Sakti, Simpang Baru, Kecamatan Tampan, itu berpesan agar para mahasiswa jangan sampai menahan lapar, karena tubuh butuh energi yang cukup.
Selain itu, PT Niat Suci Ke-Baitullah (NSK Group) juga turut berbagi. Mereka mengajak mahasiswa asal tiga provinsi terdampak banjir untuk datang ke Kantor NSK setiap hari Senin hingga Jumat, Pukul 14.00 hingga 15.00 WIB, dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) sebagai identitas.
"Terima kasih telah membantu kami yang sedang mengalami musibah. Semoga Allah membalas tiada terhingga," tutur Edi Saputra, salah seorang tokoh masyarakat Aceh di Riau, mengapresiasi kebaikan hati para pemilik usaha tersebut. (MR/P-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved