Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Warga Baseh Gelar Aksi Damai Tolak Tambang Granodiorit, Desak Penutupan Permanen

Lilik Darmawan
09/12/2025 13:35
Warga Baseh Gelar Aksi Damai Tolak Tambang Granodiorit, Desak Penutupan Permanen
Aksi damai warga Baseh tolak tambang batu(MI/Lilik Darmawan)

WARGA Desa Baseh, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas, Jawa Tengah bersama sejumlah aktivis lingkungan menggelar aksi damai menolak tambang batu granodiorit milik PT Dinar Batu Agung (DBA), Selasa (9/12). 

Unjuk rasa berlangsung di depan Gedung DPRD Kabupaten Banyumas sejak pukul 11.30 WIB. Dalam aksi tersebut, massa membawa berbagai spanduk berisi penolakan, seperti “Baseh Tolak Tambang”, “Tambang Baseh Merusak Alam”, hingga “Kami Diintimidasi dan Dikriminalisasi”. Mereka menuntut agar kegiatan penambangan batu granit di Bukit Jenar dihentikan secara permanen.

Koordinator aksi, Budi Trianto, mengatakan penambangan yang berjalan sekitar empat tahun terakhir telah menimbulkan dampak serius bagi warga. Selain merusak lingkungan, keberadaan tambang dinilai membahayakan permukiman yang berada tepat di bawah lereng bukit.

“Aksi ini kami lakukan supaya tambang ditutup total. Dampaknya sudah jelas merugikan masyarakat dan potensi bahayanya besar sekali,” ujar Budi.

Warga juga menyoroti munculnya tekanan sosial yang mereka sebut sebagai bentuk intimidasi terkait aktivitas tambang. Mereka mendesak DPRD Banyumas untuk mengambil sikap tegas dengan mengeluarkan rekomendasi penghentian tambang.  Selain itu, massa meminta dinas terkait mencabut izin dan menutup seluruh kegiatan pertambangan di lokasi tersebut.

Sebelumnya, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono melaporkan tiga titik pertambangan bermasalah di wilayahnya kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Sadewo memaparkan lokasi pertama berada di Kecamatan Cilongok, berbatasan dengan Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes. Di kawasan lereng selatan Gunung Slamet itu, terdapat proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi yang kini mangkrak. Saat ini, perusahaan difokuskan pada reboisasi untuk memulihkan area terdampak.

“Lokasi kedua adalah tambang batu di Desa Baseh, Kecamatan Kedungbanteng, yang mendapat penolakan warga,” ujarnya. 

Aktivitas pertambangan di daerah tersebut telah dihentikan sementara sambil menunggu penyelesaian sesuai aturan. Adapun lokasi ketiga yang dilaporkan adalah tambang pasir dan tanah di Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, yang juga memicu keluhan masyarakat dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Hari ini saya serahkan laporan lengkap kepada Gubernur. Cilongok sudah ditangani, sedangkan Baseh dan Baturraden masih menyisakan persoalan,” kata Sadewo.(M-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik