Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Pemkab Samosir Tolak Bantuan Perusahaan Berpotensi Rusak Lingkungan

Apul Iskandar Sianturi
04/12/2025 16:19
Pemkab Samosir Tolak Bantuan Perusahaan Berpotensi Rusak Lingkungan
Surat edaran penolakan CSR perusahaan perusak lingkungan yang dikeluarkan Pemkab Samosir.(MI/Apul Iskandar)

GUNA mempertahankan kelestarian lingkungan serta potensi terjadinya konflik sosial akibat keberpihakan pemerintah kepada pelaku usaha yang mengeksploitasi sumber daya alam, Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom menyatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir tidak menerbitkan rekomendasi atau dukungan pelaksanaan kegiatan yang berpotensi merusak lingkungan.

"Tidak menerima bantuan CSR dari pihak perusahaan/lembaga dari usaha yang berpotensi merusak lingkungan, termasuk PT. Toba Pulp Lestari, Tbk dan PT. Aqua Farm Nusantara," kata Vandiko dalam surat edaran yang diterima, Kamis (4/12). 

Pihaknya lanjut dia menerima setiap pengaduan masyarakat terkait kegiatan usaha yang berpotensi merusak lingkungan untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangannya.

Senada dengan Vandiko, Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pdt Victor Tinambunan menyampaikan seruan moral untuk tidak menerima bantuan dari individu, kelompok, atau perusahaan/korporasi, termasuk PT Toba Pulp Lestari (TPL), yang terlibat dalam tindakan perusakan lingkungan, baik melalui pembalakan hutan, penebangan yang ilegal atau tidak beretika, alih fungsi kawasan lindung, pencemaran sungai dan tanah, maupun praktik lain yang berkontribusi pada terjadinya bencana ekologis.

"Gereja tidak boleh berkompromi dengan kepentingan yang bertentangan dengan keadilan dan keutuhan ciptaan. HKBP harus tetap setia menjadi suara kenabian yang tegas melawan praktik yang merusak lingkungan dan kehidupan," tegas Ephorus. 

HKBP konsisten menyerukan agar pemerintah menghentikan izin dan operasi yang merusak ekologi, memperbaiki tata kelola lingkungan, serta menegakkan hukum secara adil demi kebaikan rakyat dan kelestarian ciptaan.

"Kiranya kita tetap berdiri bersama para korban bencana dengan hati yang tulus, tanpa kehilangan prinsip moral dan kesaksian gereja," tegas Ephorus. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya