Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Banjir Rob Kembali Merendam Sejumlah Daerah di Pantura Jawa Tengah

Akhmad Safuan
25/11/2025 12:52
Banjir Rob Kembali Merendam Sejumlah Daerah di Pantura Jawa Tengah
Dermaga kapal ikan di Wonokerto, Kabupaten Pekalongan terendam banjir rob(MI/Akhmad Safuan)

CUACA di Jawa Tengah pada umumnya cerah berawan dan hanya hujan ringan-sedang di sejumlah daerah tersebar tidak merata Selasa (25/11), namun air laut pasang (rob) di perairan utara meninggi hingga membanjiri sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah.

Pemantauan Media Indonesia, Selasa (25/11) sejak dini hari sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah seperti Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara dan Pati kembali terendam banjir rob, karena air laut kembali pasang di perairan utara berlangsung pada pukul 00.00-04.00 WIB dengan ketinggian 1 meter.

Meskipun pada umumnya cuaca cerah dan berawan di Jawa Tengah, banjir rob tersebut membuat warga mengalami kesulitan terutama transportasi dan bongkar muat barang di pelabuhan karena jalan di puluhan desa di pesisir Pantura terendam banjir dengan ketinggian 20-80 centimeter.

"Sejak dini hari kami kesulitan untuk mm enuju ke tempat pelelangan ikan, karena jalan dan pelabuhan terendam banjir," kata Kasirin,45, warga Wedung, Kabupaten Demak.

Kondisi lebih berat akibat rob, ujar Masukan,60, warga tokoh warga Sayung, Demak ada puluhan desa di daerah ini yang juga terendam banjir rob tidak pernah kering. Akibatnya, warga hidup di atas air dan tinggal di rumah-rumah panggung atau rumah apung dengan transportasi perahu. "Seperti Timbulsloko dulu desa pertanian makmur, kini akibat rob kondisi ekonomi berat," imbuhnya.

Hal serupa juga diungkapkan Winarti, bakul ikan di Pekalongan yang mengaku tidak dapat berjualan ikan pada pagi karena jalan dan TPI di Wonokerto tertutup banjir rob, setinggi lutut orang dewasa. Bahkan untuk mencari dagangan ikan juga sulit karena banyak kapal nelayan tidak dapat merapat.

Tidak hanya dua daerah ini, banjir rob juga mulai melanda Kabupaten Batang, dua desa yakni Denasri Wetan dan Denasri Kulon terendam banjir rob hingga diminta kepada kepala daerah untuk segera melakukan penanganan. "Sejak tanggul raksasa (Giant Sea Wall) dibangun di Pekalongan, banjir rob bergeser di daerah ini," kata Wakil Ketua DPRD Batang Junaenah.

DAMPAK AIR LAUT PASANG
Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Retna Swasti Karini mengatakan banjir rob kembali merendam sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, sebagai dampak kembali berlangsungnya air laut pasang di perairan utara pada dini hari dengan ketinggian 1 meter, sehingga diminta warga di pesisir utara untuk siaga.

Meskipun banjir rob tidak terlalu tinggi karena curah hujan berkurang, ungkap Retna Swasti Karini, namun yang perlu diwaspadai adalah datangnya pada dini hari saat waktu istirahat, karena tidak saja merendam desa di pesisir tetapi juga mengganggu sejumlah aktivitas seperti transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budidaya perikanan darat dan petani garam.

"Warga di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah diminta untuk siaga banjir rob, sebagai dampak berlangsungnya rob di perairan utara," ujar Retna Swasti Karini Selasa (25/11).

CUACA CERAH  
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Agus Triyono secara terpisah Selasa (25/11) mengungkapkan sebagian besar daerah di Jawa Tengah cuaca sepanjang hari ini cerah dan berawan, meskipun masih ada hujan ringan-sedang tidak merata di sejumlah daerah.

Sejumlah daerah di Jawa Tengah berpeluang hujan ringan-sedang tidak merata, menurut Agus Triyono, diperkirakan terjadi pada sore hingga awal malam yakni Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Karanganyar, Sragen, Kudus, Ungaran, Temanggung, Kajen, Slawi, Magelang dan Salatiga. "Selebihnya cerah dan berawan," tambahnya.

Angin bertiup dari arah barat ke utara dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam, demikian Agus Triyono, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 60-90 persen, ketinggian gelombang di perairan utara 0,5-1,25 meter dan di perairan selatan Jawa Tengah 1,25-2,5 meter. (E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya