Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
LIMA orang siswa di Kota Sukabumi, Jawa Barat, mengalami dugaan gejala keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG), Senin (17/11). Mereka mengalami mual, pusing, gangguan pencernaah, bahkan muntah.
Berdasarkan informasi, kali pertama dugaan tersebut berawal saat salah seorang siswa kelas 5 di Madrasah Ibtidaiyah Al Ihsan mengeluh pada perutnya seusai menyantap menu MBG. Siswa tersebut kemudian dibawa ke Puskesmas Selabatu untuk diperiksa.
Kepala Puskesmas Selabatu, dr. Riska Rachmawati, menjelaskan saat tiba di puskesmas, pasien mengeluh mual, pusing, muntah, serta terjadi gangguan pada pencernaannya. Hanya, pada pemeriksaan di puskesmas, muntah yang dialami pasien sudah tak terjadi.
"Lalu kita berikan obat setelah pasien menjalani pemeriksaan. Alhamdulillah, kondisinya berangsur membaik. Pasien sudah diperbolehkan pulang," kata Riska kepada wartawan, Senin (17/11).
Riska belum berani berspekulasi terkait penyebabnya. Sampai saat ini masih menunggu hasil uji laboratorium dari sampel makanan yang diperiksa.
Selain satu orang yang dibawa ke puskesmas, Riska menyebut, pihak sekolah juga melaporkan masih terdapat empat siswa lain yang mengeluh gejala serupa. Namun, keempat siswa itu tak mendapat penanganan medis di fasilitas kesehatan.
"Kami juga menanyai guru dan kepala sekolah saat mengantar siswanya ke puskesmas. Lalu mereka menginformasikan ada empat siswa lainnya mengeluhkan gejala yang sama," ujarnya.
Tim kesehatan Puskesmas Selabatu kemudian mengambil sampel sisa makanan untuk diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Antara lain nasi, sayur pakcoy, tempe, nugget ayam, dan lengkeng.
"Hasilnya diperkirakan bisa keluar sekitar satu minggu. Jadi, kami belum bisa menyimpulkan faktor penyebabnya tanpa disertai hasil laboratorium," pungkasnya.
Kepala Satuan Tugas (Satgas) MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan, menyebut pihak penyedia MBG di wilayah itu yakni SPPG Sriwidari. Andri menyebutkan, sebelum ada laporan kejadian dugaan keracunan, dirinya sempat mengunjungi SPPG Sriwidari dalam rangka monitoring dan evaluasi.
"Saya lalu menerima laporan ada siswa diduga keracunan. Malahan dibawa ke Puskesmas Selabatu. Kalau laporan awal ada satu orang siswa yang diduga mengalami keracunan," kata Andri.
Andri menyebutkan, dari 39 SPPG yang beroperasi di Kota Sukabumi, masih terdapat beberapa yang belum mengantongi Sertifikat Laik Higiensi dan Sehat (SLHS).
"Kami akan terus memastikan semua SPPG memenuhi standard keamanan pangan. Harus jadi evaluasi, ke depan jangan sampai terjadi kasus serupa," pungkasnya. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved