Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Moda KA Solusi Layanan Logistik yang Efisien dan Ramah Lingkungan

Naviandri
15/11/2025 19:54
Moda KA Solusi Layanan Logistik  yang Efisien dan Ramah Lingkungan
KAI ambil bagian dalam ajang Asosiasi Logistik dan Forwader Indonesia (ALFI) Convex 2025.(Dok.Istimewa)

DENGAN mengusung tema “Indonesia in Motion, Transformasi Logistik Menuju Indonesia Emas 2045”, KAI Logistik memperkenalkan moda kereta api (KA) sebagai solusi logistik yang efisien dan ramah lingkungan, sekaligus menegaskan komitmen perusahaan terhadap penerapan prinsip green logistics di Indonesia.

Sebagai wujud komitmen tersebut, anak perusahaan KAI ini ikut ambil bagian dalam ajang Asosiasi Logistik dan Forwader Indonesia (ALFI) Convex 2025 yang  merupakan pameran dan konferensi logistik di Indonesia pada 12–14 November 2025 lalu. 

Dalam partisipasinya, perusahaan BUMN tersebut memperkenalkan berbagai layanan logistik berbasis KA yang menjadi keunggulan utama perusahaan, mulai dari pengiriman barang berskala besar, konektivitas layanan dengan kawasan strategis, hingga sistem pelacakan digital yang mendukung efisiensi rantai pasok nasional.

VP of Corporate Secretary Dwi Wulandari kemarin menyatakan,  partisipasi perseroan di ALFI Convex 2025 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antar pelaku logistik dalam mewujudkan sistem distribusi nasional yang efisien dan berkelanjutan. KA adalah moda logistik masa depan yang efisien, berkapasitas besar dan rendah emisi. 

"Melalui platform ALFI Convex ini, kami ingin menegaskan bahwa transformasi logistik menuju Indonesia Emas 2045 harus dimulai dari adopsi moda transportasi yang berkelanjutan dan terintegrasi,” tuturnya.

Dwi memaparkan, sebagai bagian dari strategi keberlanjutan, KAI Logistik juga menegaskan komitmen penerapan green logistics yang semakin diperkuat dengan inisiatif pelaporan dan perhitungan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Tier 3, sesuai dengan kerangka ISO 14083. 

Selain itu, perusahaan juga memperkenalkan terobosan dalam pencantuman informasi emisi karbon pada invoice pelanggan. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pelaku usaha terhadap dampak lingkungan dari kegiatan logistik sekaligus mendorong penerapan supply chain hijau (green supply chain) di berbagai sektor industri.

“Kami percaya bahwa keberlanjutan bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan. Pencantuman data emisi karbon pada invoice pelanggan bukan sekadar bentuk transparansi, tetapi juga ajakan kepada seluruh pelanggan untuk bersama-sama mengukur dan mengelola dampak lingkungan. Dengan cara ini, setiap pelanggan memiliki peran langsung dalam perjalanan menuju rantai pasok yang lebih hijau dan bertanggung jawab,” jelasnya.

DUKUNGAN TERHADAP KEBIJAKAN PEMERINTAH
Menurut Dwi, kehadiran KAI Logistik di ALFI Convex 2025 juga menjadi bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah menuju program Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) pada tahun 2027. 

"Kami menilai bahwa optimalisasi angkutan barang berbasis KA  merupakan salah satu kunci untuk mencapai keseimbangan antara efisiensi biaya logistik, keselamatan transportasi dan keberlanjutan," ucapnya.

Langkah ini kata Dwi, juga sejalan dengan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono pada pembukaan ALFI Convex 2025, yang menyebutkan bahwa kebijakan Zero ODOL berdampak positif pada potensi investasi senilai Rp48,9 triliun. Selain itu bagaimana moda KA juga harus dikembangkan, untuk memastikan kesimbangan yang lebih baik untuk semua sektor industri dan juga perdagangan. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya