Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Indonesia Kejar Mimpi Juara Ajang IFCPF Asia-Oseania yang Digelar di Solo

Widjajadi
15/11/2025 12:19
Indonesia Kejar Mimpi Juara Ajang IFCPF Asia-Oseania yang Digelar di Solo
Tim sepak bola cerebral palsy Indonesia siap menjuarai IFCPF Asia-Oceania Cup 2025(MI/Widjajadi)

TIM sepak bola cerebral palsy Indonesia siap berebut juara melawan enam negara pesaing yang datang di ajang IFCPF Asia-Oceania Cup 2025, yang bakal diselenggarakan di Kota Solo mulai Minggu (16/11) .

Tim Garuda akan berusaha keras menjadi yang terbaik di kawasan Asia-Oseania, ketika bertemu dengan Australia dan Jepang di Grup A, dan jika lolos untuk berjibaku menghadapi Iran, Korea Selatan, Malaysia atau Thailand yang ada di Grup B.

Tim yang berhasil menjuarai penyisihan grup di Kota Solo, akan lolos otomatis ke Piala Dunia Sepak Bola Cerebral Palsy atau IFCPF World Cup 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat.

"Kita berharap semua pertandingan bisa berjalan lancar. Semua kontingen mendapatkan kesan positif selama bertanding di Indonesia dan tentu kita sebagai warga negara berharap Indonesia bisa berprestasi dengan maksimal," tukas Wakil Sekjen National Paralympic Committee (NPC Indonesia ) yang didapuk sebagai Ketua Organizing Committee Indonesia IFCPF Asia-Oceania Cup, Jumat (14/11).

Pada kejuaraan IFCPF World Cup 2025 di Solo, tim Iran sebagai juara bertahan tahun lalu, datang sebagai unggulan utama. Mereka akan bertemu dengan Korea Selatan, Malaysia dan Thailand di Grup B. Sementara itu, Australia, ranking 12 dunia, menjadi unggulan kedua di Grup A melawan tuan rumah Indonesia dan Jepang .

IFCPF selaku federasi sepak bola cerebral palsy dunia memastikan ajang yang dimainkan di Stadion Sriwedari Solo dan Stadion UNS Solo akan berjalan sukses. Chief Executive Officer (CEO) IFCPF, Ashley Hammond, optimistis Indonesia bisa sukses dalam menggelar ajang ini.

"Ajang ini menjadi event ketiga yang kita lakukan tahun ini. Sebelumnya kita telah menggelar European Championship di Inggris serta Copa America di Uruguay, dan kini yang ketiga di Indonesia," kata Hammond dalam jumpa pers di Hotel Sunan Solo.

Dia berekspektasi bahwa kejuaraan di Indonesia akan berjalan dengan maksimal, jika melihat kesiapan yang ada. Panitia lokal bersama IFCPF telah melakukan persiapan dengan bagus. "Ketika pertama kali saya keluar dari bandara, saya sudah bisa tersenyum bahagia, karena yakin Indonesia bakal bagua menjadi  penyelenggara event kelas dunia ini," imbuh dia.

TINJAU STADION
IFCPF yang dipimpin Sam Turner selaku Technical Delegate telah meninjau Stadion Sriwedari dan Stadion UNS yang akan menjadi venue utama pertandingan, serta  Lapangan Kota Barat yang menjadi venue latihan.

Tiga venue yang pernah digunakan untuk lapangan latihan resmi FIFA World Cup U-17 2023 ini dalam kondisi bagus. Ia pun kagum ketika mengetahui bahwa Stadion Sriwedari Solo pernah menjadi venue kejuaraan multi event Asia Pasifik untuk atlet disabilitas pada 1986 yang kala itu masih bernama FESPIC Games.

"Saya merasa ada banyak warisan sejarah yang ditawarkan oleh Stadion Sriwedari. Jadi, saya berharap di stadion yang menjadi venue pembukaan dan penutupan ini akan tersaji event yang sangat spektakuler," ungkap Sam Turner.

Sementara itu, Rima Ferdianto sangat mengapresiasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) atas dukungannya agar Indonesia bisa menjadi tuan rumah kejuaraan ini. 

"Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kemenpora, terutama bapak Erick Thohir sebagai Menpora yang baru, karena sudah memfasilitasi semua yang dibutuhkan untuk menggelar kejuaraan ini," imbuh ketua panpel lokal ini. 

TARGETKAN EMPAT BESAR
Pada laga pembuka, Indonesia sebagai pendatang baru ajang level Asia-Oseania langsung berhadapan dengan Australia di Stadion Sriwedari, Minggu (16/11/25) pukul 08.00 WIB. 

Pelatih kepala Indonesia, Yanuar Dhuma Ardiyanto, menargetkan timnya bisa masuk posisi empat besar. Yahya Hernanda dkk. sudah melakukan persiapan mandiri sejak Agustus dan melakukan pemusatan latihan di Kota Solo dari awal Oktober.

"Jelas Australia merupakan tim kuat. Para pemainnya punya banyak pengalaman di sepak bola cerebral palsy, dan sudah mengikuti event ini lebih lama dari Indonesia dan sering bertanding di top level," beber dia.

Tim Indonesia, disebutnya sudah memiliki strategi khusus untuk mengantisipasi permainan Australia, terutama menghadapi pemain-pemain berpostur tinggi.

Australia jiga tidak mau meremehkan Indonesia meski memiliki keunggulan  dari sisi peringkat dunia. " Kami telah menganalisa permainan Indonesia dari sejumlah video saat bermain di ASEAN Para Game. Mereka bagus, tidak bisa diremehkan," tutur Pelatih kepala Australia, Kai Lammert.

Menurut dia, ranking bukan hal penting dalam event ini karena dibutuhkan beberapa tahun untuk melatih sebuah tim. Dari beberapa video terlihat Indonesia telah melakukan hal-hal yang spektakuler. "Kami hormat terhadap Indonesia dan mari kita lihat hasil akhir dari pertandingan ini," pungkas Kai Lammert. (E-2)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya