Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
Syekh Subakir adalah sosok legenda dalam sejarah Islam di Indonesia. Beliau datang dari Persia sebagai utusan Sultan Muhammad I dari Kekaisaran Ottoman di Turki pada tahun 1404 M. Tugas utamanya? Menyebarkan ajaran Islam di Pulau Jawa yang saat itu masih penuh dengan hutan belantara dan makhluk halus yang angker. Bayangkan saja, sebelum era Wali Songo yang terkenal, Syekh Subakir sudah menjadi pelopor dakwah di tanah Jawa. Kisahnya penuh keajaiban dan keberanian yang membuat kita kagum hingga hari ini.
Syekh Subakir, atau yang juga dikenal sebagai Syekh Tambuh Aly bin Syekh Baqir, lahir di Persia sekitar tahun 787 M. Beliau adalah seorang ulama sufi yang pandai dalam ilmu tasawuf, ruqyah, ekologi, dan geofisika. Nama lengkapnya panjang sekali: Syekh Subakir bin Abdullah bin Aly bin Ahmad, dan seterusnya hingga keturunan Salman Al-Farisi, sahabat Nabi Muhammad SAW. Wow, garis keturunan yang mulia!
Dalam cerita sejarah, Syekh Subakir adalah waliyullah yang ahli mengusir jin dan lelembut. Beliau tidak datang sendirian. Bersama paman beliau, Maulana Malik Ibrahim (nanti dikenal sebagai Sunan Gresik), mereka berlayar ke Nusantara untuk misi suci. Tapi, mengapa Sultan Turki mengutus beliau? Karena ulama sebelumnya gagal berdakwah di Jawa akibat gangguan gaib yang kuat. Syekh Subakir adalah pilihan tepat karena kesaktian dan ilmunya yang luar biasa.
Perjalanan Syekh Subakir ke Jawa bukanlah hal mudah. Kapalnya harus menghadapi badai dan ombak besar yang diciptakan oleh jin penjaga tanah Jawa. Konon, para jin itu bisa berubah menjadi hewan buas atau angin puting beliung untuk menghalangi siapa saja yang membawa agama baru. Tapi, Syekh Subakir membawa batu hitam dari Arab yang sudah dirajah. Dengan doa dan ilmu ruqyah, beliau berhasil meredam amukan alam tersebut.
Sesampainya di Jawa, beliau langsung merasakan keangkeran pulau itu. Hutan lebat dipenuhi dedemit dan jin kafir yang menolak Islam masuk. Syekh Subakir adalah orang pertama yang berani menghadapi tantangan ini. Beliau berkata, "Dengan izin Allah, tanah ini akan menjadi ladang dakwah yang subur."
Yang membuat Syekh Subakir terkenal adalah pertarungannya dengan Ki Semar Sabdo Palon, penguasa jin di Tanah Jawa. Menurut Babad Tanah Jawa, Sabdo Palon adalah raja jin yang kuat dan sombong. Ia menantang Syekh Subakir agar tidak menyebarkan Islam di wilayahnya.
Pertarungan mereka hebat sekali! Seluruh Jawa berguncang, hujan deras turun, dan petir menyambar. Syekh Subakir menggunakan Tombak Kiai Panjang, pusaka sakti yang ditancapkan di Gunung Tidar, Magelang. Akhirnya, Sabdo Palon kalah dan berunding. Mereka membuat perjanjian: Jin boleh tetap ada, tapi tidak boleh mengganggu dakwah Islam. Syaratnya, umat Islam harus menjaga iman agar tidak tergoda jin. Sejak itu, Syekh Subakir dikenal sebagai penakluk gaib yang memaku Pulau Jawa agar tidak terapung lagi!
Syekh Subakir adalah pelopor Wali Songo periode pertama. Beliau membersihkan tanah Jawa dari pengaruh negatif, membuat jalan mulus bagi ulama selanjutnya seperti Sunan Ampel dan Sunan Giri. Selain berdakwah, beliau mengajarkan ilmu lingkungan, seperti larangan membuat sumur di Gunung Tidar agar tidak banjir. Berkat beliau, Islam mulai diterima masyarakat Jawa dengan damai, tanpa paksaan.
Beliau juga memasang tumbal di berbagai tempat angker untuk menolak bala. Kisah ini mengingatkan kita bahwa dakwah butuh keberanian, ilmu, dan doa yang kuat.
Makam Syekh Subakir berada di Gunung Tidar, Magelang, Jawa Tengah. Tempat ini indah, dikelilingi pepohonan rindang dan suasana tenang. Banyak orang dari berbagai agama datang berziarah, mencari berkah dan ketenangan. Ada juga makam di Blitar yang dikaitkan dengannya, tapi yang paling terkenal adalah di Magelang.
Kunjungi makam ini untuk merasakan sejarah hidup. Jangan lupa berdoa dan hormati tempatnya. Syekh Subakir wafat sekitar tahun 1462 M setelah pulang ke Persia, karena beliau tidak ingin disembah seperti dewa oleh masyarakat yang fanatik.
Dari Syekh Subakir, kita belajar bahwa iman sejati bisa mengalahkan segala rintangan. Beliau mengajarkan toleransi, ilmu pengetahuan, dan cinta pada alam. Di era modern ini, kisahnya menginspirasi kita untuk menyebarkan kebaikan dengan cara bijak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved