Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Dari Lahan Tambang Jadi Pusat Konservasi, Hingga Raih Penghargaan Emas di Tingkat Asia

Lina Herlina
12/11/2025 16:35
Dari Lahan Tambang Jadi Pusat Konservasi, Hingga Raih Penghargaan Emas di Tingkat Asia
PT Vale Indonesia meraih Gold Award dalam kategori Biodiversity Conservation(Dok.Vale Indonesia)


SEBUAH bukti nyata bahwa industri pertambangan dan pelestarian alam dapat berjalan beriringan kembali ditorehkan dari Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) sukses mengharumkan nama Indonesia dengan meraih Gold Award dalam kategori Biodiversity Conservation pada ajang bergengsi Asia ESG Positive Impact Awards 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Penghargaan internasional ini merupakan pengakuan atas komitmen dan inovasi perusahaan dalam mengubah landscape bekas tambang di Luwu Timur menjadi sebuah model konservasi keanekaragaman hayati yang diakui secara nasional bahkan regional.

Keberhasilan ini dipersembahkan oleh program unggulan PT Vale, “Kehati Lutim Bersinergi”, sebuah inisiatif restorasi terpadu yang dinilai juri berhasil menjadi contoh ideal konservasi berbasis sains dan kolaborasi multi-pihak. 

Prestasi ini semakin mengukuhkan posisi PT Vale di peta global, setelah sebelumnya program yang sama juga meraih Lestari Awards 2025 dari KG Media di tingkat nasional, membuktikan bahwa praktik keberlanjutan Indonesia mampu bersaing dan menginspirasi di kancah Asia.

Menanggapi pencapaian ini, Budiawansyah, Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia, menyatakan dengan penuh keyakinan. “Penghargaan ini bukan sekadar hadiah, ini adalah panggilan untuk bertindak. Dunia membutuhkan pertambangan yang bertanggung jawab dan alam yang terjaga. Ini adalah mandat kami untuk terus memelopori perubahan" serunya.

KEHATI LUTIM BERSINERGI
Program Kehati Lutim Bersinergi merupakan sebuah perjalanan transformasi hijau yang ambisius di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. 

Dirancang dengan pendekatan nature-based solutions, program ini tidak hanya memulihkan ekosistem pascatambang yang terdegradasi, tetapi juga secara aktif memperkuat kesejahteraan masyarakat lokal. 

Kunci keberhasilannya terletak pada kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah, dunia akademik seperti Universitas Hasanuddin, koperasi petani, dan tentunya masyarakat yang menjadi ujung tombak pelaksana.

Dalam perjalanannya, program ini menghadirkan sejumlah inovasi kunci yang mengubah paradigma rehabilitasi di sektor tambang. Salah satunya adalah penerapan Metode Rootballed, di mana bibit pohon endemik seperti Dengen, Eboni, dan Tembeuwa ditanam bersama dengan tanah aslinya. 

Teknik ini terbukti menjaga mikroorganisme alami, mempercepat pertumbuhan, dan secara signifikan memangkas waktu pemulihan ekosistem hingga 3–4 tahun. 

KOKKUBI
Inovasi lain yang tak kalah unik adalah KOKKUBI (Konservasi Kupu-Kupu Binaan), sebuah rekayasa ekologis yang menciptakan habitat khusus bagi kupu-kupu endemik Cethosia myrina dengan menyediakan kombinasi tanaman inang dan nektar, mengubah kawasan tersebut menjadi surga baru bagi populasi serangga penyerbuk ini.

Dampak nyata dari seluruh upaya ini dapat diukur secara ilmiah. PT Vale telah berhasil menanam lebih dari 4 juta pohon dan merehabilitasi 10.000 hektare lahan kritis di daerah aliran sungai, yang berkontribusi langsung pada ketahanan air dan pengurangan erosi. 

Indeks keanekaragaman hayati, yang menjadi indikator kesehatan ekosistem, juga menunjukkan kemajuan pesat dengan nilai Shannon-Wiener Index untuk flora mencapai 3.0 dan fauna 2.85. 

PENANGKARAN RUSA
Tidak hanya pada flora, komitmen konservasi satwa juga ditunjukkan melalui program penangkaran Rusa Timor yang bekerja sama dengan BKSDA, yang telah berhasil membiakkan 55 individu sejak tahun 2008, dengan sebagian telah dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.

“Keberlanjutan tidak bisa dilakukan sendirian. Melalui program ini, kami belajar bahwa sinergi antara sains, kebijakan, dan masyarakat adalah kunci menjaga bumi tanpa mengorbankan pembangunan,” lanjut Budiawansyah menegaskan prinsip yang dipegang teguh perusahaannya. 

Dengan menyandang gelar penerima ganda penghargaan lingkungan pada tahun 2025, PT Vale Indonesia tidak hanya mencatatkan prestasi korporat. 

Lebih dari itu, perusahaan ini telah membuktikan bahwa inovasi konservasi yang lahir dari kolaborasi erat di Luwu Timur mampu menjadi inspirasi, tidak hanya bagi sektor pertambangan di Indonesia, tetapi juga bagi dunia, bahwa pembangunan industri dan kelestarian alam adalah dua sisi dari koin yang sama untuk masa depan yang berkelanjutan. (E-2)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya