Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
POTENSI perikanan di Jawa Tengah sangat besar, angka untuk ekspor perikanan mencapai lebih dari 100.000 ton dengan valuasi sekitar Rp6,3 triliun pada tahun 2024. Di sisi lain, konsumsi ikan warga Jawa Tengah justru masih rendah hanya 40,41 kilogram per kapita per tahun.
Pemantauan Media Indonesia, Rabu (12/11), di tengah cuaca yang masih buruk, ribuan nelayan di sejumlah daerah di Jawa Tengah membongkar berbagai jenis ikan hasil tangkapan di pelabuhan dan tempat pelelangan ikan seperti Pekalongan, Kendal, Demak, Pati dan Rembang. Meskipun ratusan ton hasil tangkapan ikan tersebut terus dibongkar setiap hari, namun sebagian besarnya masuk ke pabrik pengolahan ikan untuk memenuhi kebutuhan ekspor. Sisanya baru didistribusikan ke pasar-pasar tradisional dan swalayan oleh para bakul dan tengkulak.
"Dalam satu hari paling saya hanya menjual sekitar 10-20 kilogram ke pasar, kecuali jika ada pesanan tertentu bisa menjual hingga 50 kilogram," ujar Suprapti, 50, bakul ikan yang ditemui di TPI Pelabuhan Nusantara Pekalongan.
Hal serupa juga diungkapkan Sugeng, 62, pedagang ikan di TPI Tasik Agung, Kabupaten Rembang, bahwa hasil tangkapan nelayan ini sebagian besar mengalir ke pabrik pengolahan dan tempat pemanggangan ikan. Sementara ikan segar yang dijual ke pasar tradisional sangat sedikit.
Pedagang ikan di Kota Semarang, Rifa'i, 59, mengaku setiap hari mendapat pasokan ikan tangkap dan budi daya segar dari sejumlah daerah seperti Juwana (Pati), Demak, dan Pekalongan jumlahnya mencapai 1-2 ton. Kemudian, ikan tersebut diambil oleh bakul untuk dijual lagi ke pasar tradisional di Kota dan Kabupaten Semarang, serta Salatiga.
"Karena kemampuan daya beli hanya sekitar 20% dari total produksi ikan setiap harinya," ucap Rifa'i.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Tengah Endi Faiz Effendi mengungkapkan, hingga saat ini tingkat konsumsi ikan warga di Jawa Tengah masih rendah, meskipun produksi ikan sangat tinggi. Berdasarkan data, rata-rata konsumsi ikan di Jawa Tengah pada tahun 2024 hanya 40,41 kilogram per kapita per tahun, jauh di bawah rata-rata nasional yang mencapai 62,5 kilogram per kapita per tahun.
"Sangat disayangkan karena potensi dan produksi perikanan di Jawa Tengah sangat melimpah dan sangat besar untuk memenuhi kebutuhan warga," kata Endi Faiz Effendi.
Besarnya potensi ikan di Jawa Tengah, ungkap Endi, terlihat dari besaran ekspor perikanan yakni di tahun 2024 mencapai lebih dari 100.000 ton dengan valuasi sekitar Rp6,3 triliun, pada tahun 2025 ini diperkirakan mengalami peningkatan.(M-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved