Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN deras dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Senin (10/11) malam menyebabkan Sungai Citanduy meluap dan merendam 295 rumah di Desa Sukanagara, Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Desa Pamotan, Desa Kalipucang, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Ketua FK Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pangandaran, Nana Suryana mengatakan, intensitas hujan tinggi yang terjadi sejak kemarin telah menyebabkan aliran Sungai Citanduy meluap hingga 295 rumah terendam banjir termasuknya lahan pertanian. Banjir yang merendam wilayah tersebut membuat aktivitas warga terganggu karena akses menuju satu dusun terputus.
"Banjir luapan aliran Sungai Citanduy merendam 4 Desa di 2 Kecamatan dan akses terputus di Kecamatan Kalipucang lantaran genangan air mencapai 30 sentimeter hingga 1 meter, diperparah ada fenomena pancaroba pasang air laut hingga menahan aliran Sungai Citanduy mengalir ke laut. Kami mengerahkan petugas termasuk melakukan pendataan dan menyiapkan perahu karet bagi warga jika dibutuhkan," katanya, Selasa (11/11).
Ia mengatakan meski banjir baru 2 keluarga mengungsi ke lokasi yang lebih aman dan yang lainnya masih bertahan. Luapan Sungai Citanduy tidak hanya karena curah hujan yang tinggi dari hulu tapi di pesisir pantai terjadi pasang air laut hingga air dari Sungai Citanduy tidak mengalir.
"Berdasarkan laporan yang diterima oleh tim Tagana banjir luapan Sungai Citanduy merendam 22 KK atau 40 jiwa melanda Desa Sukanagara, 9 KK di Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, 30 KK di Dusun Pamotan, 80 KK di Dusun Ciawitali, 115 KK di Dusun Majingklak, 39 KK atau 117 jiwa di Dusun Girisetra, Kecamatan Kalipucang," ujarnya.
Menurut Nana, penanganan banjir yang terjadi salah satu solusi utama normalisasi aliran Sungai Citanduy melalui pengerukan yang dinilai menjadi penyebab meluapnya air merendam rumah warga. Pemerintah daerah harus melakukan upaya bersama BBWS Citanduy supaya menindaklanjuti program demi mencegah terulangnya bencana serupa.
"Kami berharap agar BBWS Citanduy dapat melakukan normalisasi lantaran di bagian hulu ke hilir adanya sedimentasi menjadi penyebab utama. Karena, jika dilakukan banjir akan terus terulang dan kasihan juga bagi masyarakat dan menyelesaikan banjir di wilayah kita harus dilakukannya secara tuntas," pungkasnya. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved