Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGUNDURAN diri Maxi, pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, menjadi isu panas di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Pengunduran diri Maxi dikaitkan dengan adanya praktik pat gulipat berupa setoran rutin dari para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kepada pejabat di Pemerintahan Kabupaten Subang.
Maxi mengaku telah menyerahkan sejumlah uang tunai yang ditujukan sebagai setoran kepada Bupati Subang melalui perantara. Dia secara eksplisit menyebutkan penyerahan uang Rp50 juta tersebut dilakukan dua kali pada bulan yang berbeda pada 2025.
“Saya kasih ke Heri Sopandi saat itu Menjabat Kadis PUPR uang tunai Rp50 juta di bulan Mei dan Rp50 juta di bulan Juli untuk disetorkan ke Bupati,” kata Maxi dalam keterangannya di Islamic Center Subang, Senin (10/11).
Maxi menjelaskan detail pertemuan yang memicu penyerahan uang tersebut. Menurut Maxi, Heri mendatangi dirinya dan mengutarakan niatnya. Di depan Maxi, Heri kemudian menghubungi Bupati Subang melalui telepon. Heri lantas menyerahkan telepon genggamnya agar Maxi berbicara langsung dengan Bupati.
Heri Sopandi yang saat ini menjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, yang sebelumnya menjabat Kadis PUPR membantah, jika dirinya sebagai pejabat penghubung untuk menerima uang tunai dari Maxi.
"Itu tidak benar, saya tidak pernah menerima uang ratusan juta dari dokter, terlebih saya bertemu pak dokter saat ada pelantikan pejabat Eselon 2 belum lama ini," kata Heri dalam keteranganya kepada wartawan, Senin (10/9).
Senada dengan Heri, Bupati Subang, Jawa Barat, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, melalui kuasa hukum Pemkab Subang Dede Sunarya, membantah tudingan menerima setoran uang dari salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah Kabupaten Subang.
"Bahwa Berita itu hoaks, Pak Bupati tidak pernah menerima apa pun dari dokter Maxi," kata Dede, dalam keterangan pers yang disampaikan kepada media Senin (10/11).
Dede menduga dr Maxi sengaja menyebarkan kabar bohong tersebut, karena dipindahtugaskan dari Kepala Dinas Kesehatan ke Staf Ahli. Dede juga menyatakan bahwa di Kabupaten Subang selama akhir-akhir ini sering ada isu miring dengan tujuan untuk membangun ketidakpercayaan pada pemimpin.
"Sejak menjabat Bupati Kabupaten Subang, Bapak Bupati telah berkomitmen untuk membangun tata kelola Pemkab Subang secara transparan dan bebas korupsi," ujar Dede.
Dede juga menambahkan, upaya hukum yang akan dilakukan Bupati Subang, terkait pemberitaan Bupati Subang terima setoran dari Maxi, masih belum mereka lakukan. Pihak Bupati Kabupaten Subang masih mengkaji dan diskusi terkait dugaan penerimaan setoran uang ratusan juta itu. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved