Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Menteri PKP Maruarar Sirait Tinjau Rumah Sederhana Layak Huni di Kudus

Putri Rosmalia Octaviyani
08/11/2025 12:52
Menteri PKP Maruarar Sirait Tinjau Rumah Sederhana Layak Huni di Kudus
MENTERI Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, di Kudus.(Dok. Antara)

MENTERI Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, meninjau langsung lokasi dibangunnya Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH), salah satunya di Kudus, Jawa Tengah.

Maruarar mengatakan, RSLH merupakan salah satu program yang dapat membantu tujuan pemerintah menekan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, dukungan berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk menyukseskan program RSLH.

Di Kudus, Maruarar salah satunya mengunjungi bangunan rumah baru milik Roisnan, yang terletak di Desa Pasuruhan Kidul, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Roisnan merupakan salah satu warga penerima manfaat program Rumah Sederhana Layak Huni dari PT Djarum.

Pria yang bekerja sebagai buruh serabutan ini sebelumnya menghuni sepetak bangunan dengan kondisi yang sudah lapuk dan usang bersama keluarganya. Kini setelah direnovasi total, rumah Roisnan jadi lebih layak ditinggali, lebih aman, lebih nyaman, serta lebih sehat. Menteri Maruarar mengapresiasi program RSLH tersebut yang dinilai mampu menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan bantuan seperti Roisnan.

“Program Rumah Sederhana Layak Huni di sini bukan sekadar pembangunan fisik rumah, tetapi juga pembangunan martabat dan harapan masyarakat. Inisiatif ini sejalan visi pemerintah untuk memastikan setiap warga negara bisa punya tempat tinggal yang layak," kata Maruarar, dilansir, Sabtu, (8/1).

Dalam kunjungan tersebut, Menteri PKP Maruarar Sirait hadir bersama Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Ahmad Luthfi, Pemerintah Kabupaten Kudus yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Revlisianto Subekti, serta didampingi Chief Operating Officer (COO) PT Djarum Victor Rachmat Hartono dan General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan apresiasi atas kolaborasi yang selama ini terjalin baik dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrim, tidak hanya di Kabupaten Kudus, namun juga di berbagai wilayah di Jawa Tengah. Luthfi mengatakan program Rumah Sederhana Layak Huni mampu memberi dampak sosial yang nyata dalam meningkatkan taraf kehidupan masyarakat yang lebih baik.

“Karena tujuannya adalah angka kemiskinan menurun dan masyarakat menjadi sejahtera. Maka kolaborasi pemerintah dan swasta harus berjalan,” ujar Gubernur Ahmad Luthfi.

Kunjungan ini menjadi momentum penting yang kian memperkuat sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat. Per bulan Oktober tahun 2025, PT Djarum telah membangun total sebanyak 517 rumah di Kabupaten Kudus, Blora, Grobogan, Demak, Pemalang, Temanggung, dan Rembang. Setiap rumah telah memenuhi standar rumah sehat dan layak huni, yang meliputi; kekuatan dan ketahanan bangunan, kecukupan luas ruang bagi penghuni, penerangan dan sirkulasi udara yang baik, serta ketersediaan air bersih dan sanitasi yang memadai.

"Melalui Program RSLH, kami berupaya memberikan hunian yang tidak hanya layak dan aman, tetapi juga mampu menjadi fondasi bagi peningkatan kesejahteraan keluarga. Kami percaya bahwa rumah yang layak adalah langkah awal menuju kehidupan yang lebih baik.” kata Victor Rachmat Hartono.

Pentingnya Sanitasi

Lebih lanjut, Achmad Budiharto menyoroti pentingnya kesinambungan antara pembangunan hunian, sanitasi, dan pola hidup sehat. Budiharto menjelaskan, sejak 2024 PT Djarum juga telah meluncurkan Program Sanitasi Terpadu Djarum, sebagai langkah komplementer dari program RSLH dalam meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan dan mencegah stunting di masyarakat.

“Rumah yang layak harus diiringi dengan lingkungan yang sehat. Melalui program Sanitasi Terpadu Djarum, kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya memiliki tempat tinggal yang nyaman, tetapi juga hidup dalam lingkungan yang bersih dan mendukung tumbuh kembang anak-anak yang sehat,” tutup Budiharto.

Sampai bulan Oktober 2025 ini, pihaknya telah membangun 2.103 sanitasi aman dan sambungan PDAM di tiga kabupaten di Jawa Tengah yakni sebanyak 1.444 di Kudus, 366 di Temanggung, dan 293 di Wonogiri. Tak hanya bantuan fisik, tetapi juga diberikan edukasi dan pendampingan masyarakat, agar mereka menjadi pelaku utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik