Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KELUARGA korban runtuhnya musala Ponpes Al Khoziny menuntut proses hukum tetap berlanjut, meskipun kini masih dalam proses identifikasi korban oleh Tim DVI Polri di RS Bhayangkara Surabaya.
Desakan disampaikan Fauzi, salah satu keluarga korban yang kehilangan empat keponakannya dan hingga kini belum teridentifikasi. Fauzi juga memiliki anak yang juga menjadi korban dalam peristiwa itu, namun berhasil selamat.
“Keluarga minta agar proses hukum tetap berjalan terhadap mereka yang bertanggung jawab terhadap proses pembangunan musala tersebut,” kata Fauzi pada awak media di RS Bhayangkara Surabaya, Selasa (7/10).
Pihaknya bisa memahami adanya keinginan kasus ini tidak diusut, namun ada korban yang meninggal dalam jumlah besar maka harus ada yang bertanggung jawab.
Polda Jatim harus melakukan penyidikan, meski sekarang masih banyak korban yang dalam proses identifikasi. “Proses identifikasi tidak menghalangi proses hukum,” katanya.
Fauzi mengatakan proses hukum sangat diperlukan untuk memberikan kepastian hukum bagi seluruh keluarga korban. Siapapun yang terlibat, katanya, harus diusut tuntas.
Pihaknya juga menyayangkan pihak Ponpes Al Khoziny tidak menjalin komunikasi dengan seluruh keluarga korban. “Hingga kini tidak ada komunikasi dari ponpes, kita cari sendiri informasi yang dibutuhkan,” katanya. (FL/E-4)
KEINGINAN Nur Ahmad warga Surabaya yang kehilangan tangan akibat runtuhnya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, untuk mendapat tangan palsu menemukan titik terang.
SETELAH berhasil diidentifikasi, jenazah santri Fairuz Shirojuddin, 16, dimakamkan di tempat pemakaman umum Desa Singopadu Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo, Rabu (15/10) malam.
TIM Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur akhirnya menuntaskan proses identifikasi korban runtuhnya musala Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.
Kedatangan jenazah santri yang dikenal rajin dan cerdas itu, disambut tangis keluarga dan tetangga dekat.
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Surabaya melakukan pendampingan terhadap para santri asal Surabaya yang menjadi korban ambruknya musala Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved