Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Urusan Logistik (Bulog) Cabang Surakarta melalui Gudang Meger, Klaten, hingga saat ini masih menyalurkan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) di kios Pasar Gedhe Klaten.
Penyaluran beras SPHP dikawal oleh tim pengendalian inflasi daerah (TPID) Kabupaten Klaten, dalam rangka menjaga stabilisasi pasokan, ketersediaan, dan keterjangkauan harga beras di pasar.
Untuk itu, Gudang Bulog Meger, Klaten, rutin setiap pekan tepatnya pada Jumat memasok beras SPHP ke kios-kios pedagang Pasar Gedhe Klaten. Meski, pasokan sementara masih sangat terbatas.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Gudang Bulog Meger, Syamsoel Bahri, Jumat (3/10), kepada Media Indonesia saat mengawal penyaluran beras SPHP ke kios-kios pedagang di Pasar Gedhe Klaten.
Beras SPHP yang disalurkan ke kios-kios pedagang disesuaikan pesanan. Untuk sementara ini pesanan dari pedagang tidak banyak. Alasan mereka harga jual kalah bersaing dengan harga di luar pasar.
“Hari ini kita menyalurkan beras SPHP sesuai order, total hanya satu ton atau 200 pak 5 kilogram. Harga untuk kios Rp56.500 per pak. Beras pemerintah ini di pasar dijual Rp60.000 per pak,” jelasnya.
Sementara itu, Sri Bekti, pedagang di lantai dasar Pasar Gedhe Klaten, mengatakan bahwa ia hanya order beras SPHP 50 pak. Pengambilan kali ini tidak banyak, karena harga SPHP di pasar kalah bersang.
“Harga eceran tertinggi (HET) SPHP oleh Bulog ditetapkan Rp62.500 per pak, tapi di pedagang dijual di bawah HET atau Rp60.000 per pak. Sedangkan di luar pasar hanya Rp57.000 per pak,” ujarnya.
Senada disampaikan Suzana, pedagang sambako, seraya menjelaskan bahwa ia sekarang tidak order lagi beras SPHP. Karena pembeli sepi, harga kalah bersaing dengan penyalur di luar pasar.
“Untuk sementara kami hanya menjual beras lokal. Pun, pelanggan masih banyak yang datang membeli. Harga beras C4 Rp14.500-Rp15.000 per liter, dan Mentik Rp16.500-Rp17.000 per liter,” katanya. (E-2)
Baru-baru ini, Bulog juga menjalin berkolaborasi dengan PT Pegadaian, sebagai salah satu saluran resmi penjualan beras SPHP
Melalui gerakan pangan murah (GPM) sejak Agustus hingga September kepolisian menyalurkan 72.567 ton beras SPHP di 54.454 titik di Indonesia.
PENGAMAT pertanian dari Center of Reform on Economics (CORE) Eliza Mardian menyoroti stok beras di Bulog yang turun kualitasnya. Lama-lama ia semakin tidak layak dikonsumsi.
Menurut data Perum Bulog secara keseluruhan penyaluran beras SPHP per 25 Agustus 2025 telah dilakukan penyaluran lebih dari 259 ribu ton.
DIREKTUR Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan bahwa sejauh ini Bulog telah melakukan penyaluran beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) melalui berbagai skema.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved