Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KABAR duka menyelimuti keluarga Muhammad Soleh, 22 tahun, seorang santri Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, asal Belitung, Bangka Belitung (Babel).
Soleh menghembuskan nafas terakhirnya setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat menjadi korban runtuhnya bangunan pesantren.
Suasana duka pun terlihat di rumah Muhammad Soleh yang terletak di Jalan Madura Gang Kampung Dalam, Kelurahan Damai, Kecamatan Tanjung Pandan, Belitung. Keluarga berkumpul, berbagi informasi, dan kesedihan atas musibah yang merenggut nyawa santri asal Belitung tersebut.
Astrid, sepupu Soleh, mengatakan kabar mengenai peristiwa tragis itu diterima keluarga besarnya pada Senin (29/9) malam, bahwa pondok pesantren tempat Soleh menimba ilmu roboh. Soleh menjadi salah satu dari sekian banyak santri yang terjebak di dalam reruntuhan.
Ia menyebutkan, setelah 15 jam berada di bawah reruntuhan dengan luka parah di bagian pinggang dan kaki patah, Soleh baru berhasil dievakuasi pada Selasa (30/9) pagi sekitar pukul 5 subuh.
"Ia segera dilarikan ke RSUD Sidoarjo. Sayangnya, setelah mendapatkan perawatan, nyawa Muhammad Soleh tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia," kata Astrid.
Menerima kabar tersebut, Aburahman, 70 tahun, ayahanda Muhammad Soleh, hanya bisa tertunduk dan merenung, membayangkan kondisi putra bungsunya yang kini telah tiada.
Sementara paman Korban, Sawardi, mengatakan pihak keluarga masih terus menunggu jenazah Muhammad Soleh di terbangkan ke Tanjung Pandan, Belitung.
"Kami belum tahu kapan, tapi kami minta secepatnya, agar keponakan kami yang menjadi korban bisa secepat mungkin dimakamkan di pemakaman dekat rumah duka," kata Sawardi. (RF/E-4)
ANGGOTA DPR RI dari Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay, menyerukan kehati-hatian pemerintah dalam memberikan bantuan kepada Ponpes Al Khoziny yang baru-baru ini tertimpa musibah.
TIM Inafis dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim kembali mendatangi lokasi reruntuhan bangunan Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Kamis (9/10).
KAPOLRESTA Sidoarjo Kombes Christian Tobing menjenguk santri korban musibah ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo yang masih dirawat di RSUD RT Notopuro, pada Rabu (8/10).
PERISTIWA ambruknya bangunan musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, menjadi pengingat penting tentang perlunya kepatuhan terhadap peraturan teknis bangunan gedung.
TRAGEDI ambruknya musala Ponpes Al Khoziny menyisakan duka. Sebanyak 17 korban meninggal dunia ditemukan dan berhasil diidentifikasi.
GUNA mempercepat proses identifikasi jenazah santri runtuhnya musala Ponpes Al Khoziny, RS Bhayangkara Surabaya memanggil tim Inafis dari sejumlah rumah sakit milik Polri di Jawa Timur.
Ambruknya musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, yang menewaskan tiga santri, menyoroti lemahnya pengawasan terhadap legalitas dan standar konstruksi bangunan pesantren.
INSIDEN tragis ambruknya musala Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada Senin (29/9) siang menyebabkan satu orang santri dilaporkan meninggal dunia.
SUASANA hening saat salat Ashar berubah menjadi kepanikan dan jeritan, ketika atap bangunan musala di Pondok Pesantren Putra Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, mendadak ambruk.
BANGUNAN musala Pondok Pesantren Al Khoziny roboh pada Senin (29/9) sore mengakibatkan puluhan santri dilarikan ke rumah sakit dan sejumlah santri lainnya tertimbun.
SUASANA khusyuk di sebuah musala lantai dua Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, mendadak berubah menjadi kepanikan massal, Senin (29/09), sekitar pukul 14.40 WIB.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved