Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
WALI Kota Semarang, Agustina Wilujeng menyoroti pentingnya kesiapan kota Semarang menghadapi gelombang investasi dan kunjungan wisatawan yang semakin besar.
Ia mencontohkan bahwa saat ini ibu kota Provinsi Jawa Tengah menjadi incaran investor, bahkan terdapat proyek investasi senilai lebih dari Rp3 triliun, termasuk di sektor pengelolaan sampah dan pariwisata.
“Ketika investasi mulai masuk, artinya kita harus siap. Siap bersih, siap tertib, dan terutama siap dari sisi UMKM dan produk lokal,” kata Walikota saat menghadiri acara Afternoon Tea bersama para pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Semarang , Sabtu 13/9.
Ia juga mengungkapkan tekadnya untuk menjadi brand ambassador produk-produk lokal Kota Semarang, mulai dari baju, tas, hingga sepatu buatan perajin lokal. Hal ini menjadi langkah nyata Wali Kota dalam memberi contoh langsung dukungan terhadap UMKM.
Dalam arahannya, Wali Kota menekankan bahwa pameran dan promosi tidak boleh semata-mata bersifat seremonial. Harus ada parameter yang jelas mengenai hasil dan dampaknya. Ia mendorong agar setiap kegiatan pameran disiapkan dengan matang, termasuk SDM yang terlatih untuk menjawab pertanyaan pengunjung dan memperkenalkan produk secara interaktif.
“Ukuran keberhasilan bukan hanya pada jumlah pengunjung, tapi berapa banyak transaksi, pesanan, dan ketertarikan yang muncul dari pameran itu,” tegasnya.
Acara ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus momentum penguatan komitmen untuk mendorong kemajuan sektor ekonomi kreatif dan kerajinan lokal Kota Semarang.
Turut hadir dalam acara tersebut para pengurus Dekranasda, calon ketua, Kepala OPD, BUMD, dan perwakilan dari organisasi pelaku industri pariwisata dan UMKM.
“Saya melihat dedikasi teman-teman pengurus ini luar biasa. Mereka adalah simbol hadirnya Pemerintah Kota Semarang dalam mendukung sektor kerajinan dan ekonomi kreatif,” ujar Agustina. (H-1)
KOMUNITAS Pecinan Semarang kembali menghidupkan tradisi Pasar Imlek Semawis 2026 sebagai ruang perayaan budaya yang inklusif sekaligus penggerak ekonomi rakyat.
Pasar Semawis ini kembali digelar untuk menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Kota Semarang.
Lonjakan harga hingga 100 persen terjadi pada bawang merah dari Rp30 ribu menjadi Rp60 ribu per kg, disusul cabai rawit merah sebelumnya Rp45 ribu menjadi Rp90 ribu per kg.
KAI Daop 4 Semarang, Jawa Tengah, menyiapkan sebanyak 83.970 tempat duduk kereta api keberangkatan awal dari stasiun Daop 4 menjelang Tahun Baru Imlek.
Ada 10 tenant ZCorner di Universitas Wahid Hasyim Semarang yang siap melayani dan memanjakan lidah para mahasiswa.
KOTA Semarang dinilai memiliki posisi strategis serta kesiapan teknis untuk menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXXI Tahun 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved