Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPP) mulai melaksanakan rekonstruksi Jalan Pelantar II, Kota Tanjungpinang. Proyek ini ditargetkan rampung secara bertahap hingga 2026.
Kepala Dinas PUPP Kepri, Rodi Yantari, mengatakan rekonstruksi Jalan Pelantar II yang amblas sejak awal tahun 2025 ini bukan sekadar perbaikan biasa. Pembangunannya menggunakan standar jembatan dengan daya tahan menahan beban kendaraan Muatan Sumbu Terberat (MST) hingga 15 ton.
“Pekerjaan jalan sepanjang 24,2 meter dengan lebar 6 meter ini menggunakan pondasi bore pile full casing, bukan tiang pancang. Metode ini dipilih agar tidak menimbulkan getaran yang dapat merusak rumah warga di sekitar lokasi,” ujarnya, Sabtu (6/9).
Nilai proyek tersebut mencapai Rp3,9 miliar, lebih rendah Rp600 juta dari pagu anggaran Rp4,5 miliar yang dialokasikan melalui APBD Kepri 2025. Menurut Rodi, biaya pembangunan jalan ini hampir setara dengan membangun jembatan karena konstruksi yang digunakan memang berstandar tinggi.
“Ini bukan sekadar jalan lingkungan, melainkan akses vital setara jalan provinsi menuju pelabuhan dan penghubung daerah,” tegasnya.
Dia menjelaskan, rekonstruksi dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama menyasar titik amblas sepanjang 24,3 meter yang ditargetkan selesai akhir 2025. Sementara tahap kedua akan dikerjakan pada 2026 untuk memperbaiki sisa ruas sepanjang sekitar 190 meter.
Lebih lanjut, ia menekankan urgensi penyelesaian proyek ini. Pasalnya, sejak jalan amblas, arus logistik dari Pelabuhan Kuala Riau terpaksa dialihkan melalui Pelantar I. Kondisi ini memicu kepadatan kendaraan dan berpotensi mengganggu distribusi kebutuhan pokok masyarakat.
“Kalau tidak segera diperbaiki, distribusi logistik bisa terus tersendat. Kawasan ini merupakan pusat perekonomian yang menopang kebutuhan masyarakat ibu kota Kepri,” katanya.
Untuk mendukung kelancaran, Pemprov Kepri bersama Dinas PUPP juga telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar, baik melalui forum resmi maupun secara langsung dari rumah ke rumah. (H-2)
Berbagai kegiatan pariwisata yang digelar bukan sekadar untuk hiburan, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam menarik wisatawan ke Provinsi Kepulauan Riau.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Menteri Wihaji bersama Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengendarai sepeda motor menuju rumah penerima manfaat.
RELAWAN Ansor Banser Kota Tanjungpinang melaksanakan kegiatan fogging dan sosialisasi pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) serta pola hidup bersihÂ
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved