Headline
BANGSA ini punya pengalaman sejarah sangat pahit dan traumatis perihal kekerasan massal, kerusuhan sipil, dan pelanggaran hak asasi manusia
BANGSA ini punya pengalaman sejarah sangat pahit dan traumatis perihal kekerasan massal, kerusuhan sipil, dan pelanggaran hak asasi manusia
KEPOLISIAN di sejumlah daerah di Jawa Tengah lakukan penangkapan terhadap ratusan demonstran, bertindak anarkis hingga melakukan perusakan, penjarahan dan pembakaran dalam aksi sejak Sabtu (30/8).
Pemantauan Madia Indonesia Minggu (31/8) aksi demonstrasi hingga berbuntut pengerusakan, penjarahan dan pembakaran sejumlah fasilitas pemerintah mulai ditindak tegas, kepolisian di sejumlah daerah menangkap para pelaku demonstrasi anarkis tersebut dan ternyata sebagian besar adalah pelajar tingkat SMP dan SMA
Ratusan demonstrasi anarkis sebagian besar pelajar tersebut dibawa ke sejumlah kantor polres setempat lansung diperiksa dan didata, selain itu sebelum diputuskan ajan dilepas atau ditahan para orang tua dipanggil juga untuk diberikan pengarahan agar ikut serta mengawasi putra-putranya.
"Kami menangkap 99 pelajar SLTP dan SLTA, 13 orang non-peksjar dan 3 orang dewasa sipil dan demonstrasi berujung anarkis yang menimbulkan kerusakan kantor Polsek Purwodadi, Gedung DPRD Grobogan dan fasilitas umum lainnya," kata Kepala Polres Grobogan Ajun Komisaris Besar Ike Yulianto Wicaksono.
Hal serupa juga diungkapkan Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jepara Ajun Komisaris M Faizal Wildan Umar Rela bahwa dalam aksi penyerangan, pengarahan dan pembakaran oleh sekelompok massa di gedung DPRD Jepara tersebut berhasil mengamankan 45 orang yang kini masih diperiksa.
Para demonstran berhasil ditangkap tersebut, ungkap M Faizal Wildan Umar Rela, dilakukan pemilahan karebav6 orang diantaranya masih berstatus anak-anak, sehingga untuk melakukan klarifikasi dipanggil orang tuanya. "Kita minta orang tua ikut mengawasi dan membina anak-anak tersebut," imbuhnya.
Sementara itu aparat gabungan Minggu (31/8) menangkap puluhan orang sebagian besar adalah remaja dan pelajar yang akan menyerbu Gedung DPRD Pekalongan, bahkan di antara mereka ditemukan sejumlah peralatan dari mulai tingkat besi, senjata tajam hingga kayu yang akan dipergunakan untuk menyerang gedung dewan di daerah ini
"Diantara mereka yang berhasil ditangkap akan melakukan penyerbuan Gedung DPRD Pekalongan, mengaku terlibat dalam aksi pengerusakan dan pembakaran Gedung DPRD Kota Pekalongan dan Kantor Wali Kota Pekalongan," kata Ajun Komisaris Besar Rachmad C Yusuf.
Saat ini setelah puluhan orang berhasil ditangkap, ungkap Rachmad C Yusuf, dikakuhan pengarahan dan pembinaan serta pemanggilan terhadap orang tua , sedangkan untuk kelompok orang yang telah bertindak kriminal dipisahkan untuk menjalani pemeriksaan lebihvlanjut okeh penyidik Satuan Reserse dan Kriminal Polres Pekalongan.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Kombes Artanto mengungkapkan petugas Polda Jawa Tengah juga mengamankan 318 demontrasi yang bertindak anarkis padavaksi demonstrasi pada Sabtu (30/8), kemudian pada kericuhan terjadi dini hari uemvali menangkap tangan 39 orang.
"Mereka pada pukul 03.00 WIB atau Minggu (31/8) dini hari melakukan penyerangan terhadap Polda, namun petugas inteljen dan reserse yang masih berjaga dapat melakuhan penangkapan dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan," kata Artanto. (H-2)
Aksi demonstrasi masih berlangsung hingga sulit bagi petugas Damkar untuk masuk melakukan pemadaman sejumlah ruang di gedung dewan.
Massa lalu berlarian keluar kompleks kantor wali kota setelah api kian membesar, diikuti munculnya asap putih di sekitar Lapangan Mataram.
Pelayanan kesehatan di rumah sakit daerah di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, akan menjadi prioritas pemerintah daerah ini.
Novianto menyebut tidak hanya indeks inklusi keuangannya saja yang meningkat, indek literasi keuangan pada tahun 2025 juga turut meningkat.
Dengan berbelanja di pasar tradisional maka masyarakat turut membantu pedagang kecil dan pelaku UMKM agar tetap bertahan dan berkembang di tengah tantangan ekonomi.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved