Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, meluas ke 21 desa di tiga kecamatan. Total 56.785 jiwa (15.126 KK) terdampak dan 547 jiwa (173 KK) masih mengungsi karena rumah mereka terendam banjir hingga ketinggian 1 meter.
Pemantauan Media Indonesia, Senin (10/2) meskipun banjir merendam jalur Pantura Semarang-Demak sudah menurun dibandingkan sebelumnya, secara umum banjir dengan ketinggian 30-100 sentimeter masih merendam puluhan desa di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Sayung, Karangtengah, dan Bonang, Kabupaten Demak.
"Kami terpaksa bertahan di sini, karena rumah kami llmasih terendam banjir setinggi dada orang dewasa," ujar Asmuni, 50, warga Perampelan, Kecamatan Sayung.
Hal serupa juga diungkapkan Sholihin, 55, warga Timbulsloko, Kecamatan Sayung, yang mengaku sudah berhari-hari bersama warga lain bertahan di musala desa ini karena rumahnya belum dapat dihuni. Bahkan untuk dapat keluar masuk desa, warga kembali menggunakan perahu akibat banjir merendam sejak awal bulan Februari itu setinggi 1 meter.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak Haris Wahyudi Ridwan mengatakan akibat cuaca ekstrem dan air laut pasang (rob) yang masih berlangsung hingga hari ini Senin (10/2), banjir di Kabupaten Demak kian meluas dibandingkan sebelumnya dan jumlah warga terdampak juga meningkat.
Berdasarkan data terakhir dihimpun BPBD Demak, ungkap Haris, banjir telah merendam 21 desa di tiga kecamatan, selain merendam kawasan pemukiman warga banjir di Demak ini, banjir juga merendam jalur Pantura, 7 gedung perkantoran, 44 sekolah, 50 tempat ibadah, 2 pasar tradisional, dan 1 fasilitas kesehatan.
"Banjir ini juga mengakibatkan 56.785 jiwa (15.126 KK) terdampak dan 547 jiwa (173 KK) masih bertahan di pengungsian karena rumahnya terendam banjir hingga ketinggian 60-100 sentimeter," kata Haris.
Ratusan pengungsi yang hingga kini masih bertahan tersebar di berbagai lokasi pengungsian seperti, Desa Prampelan sebanyak 183 jiwa di Gor Balai Desa, 55 jiwa di pondok pesantren, 128 jiwa di musala, 5 jiwa di balai pertanian, 25 jiwa di rumah kosong, 84 jiwa di rumah warga, Desa Batu sebanyak 15 jiwa di balai desa, 38 jiwa di musala, dan Desa Loireng sebanyak 14 jiwa di Masjid Jami' Attqwa.
"Ada tujuh desa banjir akibat rob yakni Desa Purworejo, Gebang, Tridonorejo (Kecamatan Bonang) dan Desa Purwosari, Tugu, Timbulsloko, Sidorejo (Kecamatan Sayung)," tambahnya. (AS/J-3)
BMKG memperingatkan gelombang tinggi hingga 2,5 meter disertai hujan badai dan angin kencang di perairan Jawa Tengah, Minggu (1/2).
BMKG: cuaca ekstrem berpotensi di 24 daerah di akhir pekan ini terutama di daerah Pantura dan Jawa Tengah bagian tengah.
BPBD DKI Jakarta juga meminta masyarakat untuk secara aktif memantau perkembangan informasi kondisi gelombang dan pasang air laut melalui laman resmi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD DKI Jakarta mengimbau warga yang tinggal di kawasan pesisir Pantai Utara Jakarta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob.
Selain akibat naiknya permukaan air laut, banjir rob di di wilayah tersebut juga terjadi akibat curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem.
Bahaya yang mengintai tidak hanya air laut, tapi juga dampak ikutan seperti angin puting beliung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved