Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
AKIBAT diguyur hujan deras, tebing setinnggi lima mater dan sepanjang 20 meter di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah longsor hingga menutup akses jalan di bawahnya dan warga terpaksa harus berjalan memutar Jumat (17/1) dini hari.
Pemantauan Media Indonesia Jumat (17/1) hingga sore puluhan warga bersama petugas dari Pemerintah Kabupaten Kudus, TNI dan Polri terus bahu-membahu membersihkan longsoran tebing menutup ruas jalan di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus yang terjadi dini gari sekitar pukul 01.30 WIB hingga membuat badan jalan desa menghubungkan desa lain tertutup longsor.
Pembersihan tanah dan bebatuan tebing sepanjang 20 meter setinggi lima meter yang longsor menutupi akses jalan di desa tersebut, pada awalnya hanya dikerjakan oleh warga secara manual menggunakan cangkul dan sekop, namun mengingat banyaknya material menutup jalan membuat pekerjaan tidak selesai, apalagi hujan masih mengguyur menimbulkan kesulitan.
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), PUPR, TNI dan Polri jelang siang diturunkan ke lokasi untuk membantu pembersihan longsor yangbmadih menumpuk, karena warga kesulitan mengakses jalan keluar masuk dan harus menggunakan jalan alternatif dengan memutar cukup jauh. "Saya meminta warga untuk turun membersihkan longsor dari pagi," kata Sekretaris Desa Rahtawu Agung Darmono.
Selain membersihkan material longsor yang menutup jalan, lanjut Agung Darmono, juga membuat jalan darurat agar warga tetap dapat mengakses ke desa dan kecamatan, karena untuk membersihkan longsor tersebut cukup berat, mengingat material yang menutup badan jajan sekitar 500 meter dari Sekolah Satu Atap dari arah Desa Menawan, Kecamatan Gebog cukup banyak.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus Mundir mengatakan selain mengerahkan tenaga cukup besar baik warga, perugas dari pemerintah daerah, TNI dan Polri juga menurunkan alat berat ke lokasi untuk membersihkan longsor terjadi di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, karena cukup berat dan membutuhkan waktu lama untuk membersihkan material yang menutup ruas jalan sebanyak itu.
"Medan yang cukup berat menjadikan kesulitan untuk mengirimkan alat berat ke lokasi, sehingga baru siang dapat sampai dan memulai dapat menyingkirkan material tanah dan bebatuan," ungkap Mundir.
Selain itu hujan yang masih mengguyur kawasan Gunung Muria ini, menurut Mundir, juga menambah kesulitan karena tanah longsoran cukup banyak dan basah, sehingga pembersihan dilakukan secara pelan karena juga khawatir datang longsor susulan. "Longsor terjadi akibat hujan lebat mengguyur kawasan sejak petang kemarin," imbuhnya. (H-2)
Banjir dan longsor akibat cuaca ekstrem di Kabupaten Kudus mengakibatkan 2 korban tewas dan seorang anak hilang.
BENCANA banjir dan tanah longsor terjadi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Minggu (11/1). Sebuah toko sembako tertimpa longsoran hingga runtuh dan pemilik meninggal dunia
Bencana seperti, tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung rawan terjadi di saat kondisi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan terjadi hingga Februari mendatang.
Dari 10 titik longsor tersebut, di antaranya terjadi di Desa Rahtawu, Menawan, Cranggang, Ternadi, Soco, dan Colo.
BPBD Kabupaten Probolinggo mencatat dampak signifikan akibat banjir yang melanda delapan kecamatan di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Pelaksanaan OMC dilakukan secara terukur dengan merujuk pada data prakiraan cuaca terbaru.
Jumlah warga terdampak banjir di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terus bertambah.
Status tersebut, lanjut Andi, menjadi dasar bagi seluruh pihak untuk tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi dinamika cuaca yang masih berpotensi ekstrem.
Selain itu lanjut dia, segera menghubungi layanan panggilan darurat 112 agar petugas yang bersiaga dapat menindaklanjuti laporan yang disampaikan oleh masyarakat Kota Bengkulu.
Bencana banjir yang melanda sejumlah daerah di Kalimantan Selatan sejak Desember 2025 lalu menyebabkan terpuruknya perekonomian warga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved