Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) berencana mengembangkan tanaman jagung melalui metode tumpang sisip di lahan perkebunan dan lahan lainnya di Sumatrra Selatan sebagai upaya mendukung pencapaian swasembada pangan jagung pada 2025.
"Potensi besar lahan Sumatera Selatan yang mencapai 156.430,78 hektare harus dimaksimalkan untuk mendukung swasembada pangan nasional," ungkap Kepala Pusat Standardisasi Instrumen Perkebunan, Kuntoro Boga Andri, saat rapat koordinasi dengan Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Selatan dan jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, Senin (15/1).
Program ini merupakan kerja sama antara Kementerian Pertanian dan Kepolisian Republik Indonesia, dengan pelaksana di daerah melibatkan seluruh Kepolisian Daerah (Polda) di Indonesia. Dukungan dari pihak kepolisian diharapkan dapat mempercepat realisasi target swasembada jagung dengan penanaman, pengamanan dan pengawalan di lapangan.
Kapolda Sumatera Selatan dan jajarannya menyatakan siap mendukung penuh pelaksanaan program ini dengan sinergi yang solid antara pemerintah daerah, petani, dan instansi terkait.
Sumatera Selatan sebagai salah satu wilayah strategis untuk pengembangan komoditas jagung diyakini mampu memberikan kontribusi signifikan untuk mencapai program swsembada pangan nasional, seiring dengan dukungan infrastruktur dan sinergi antarlembaga yang terus diperkuat.
Kementan bersama dengan Polri telah sepakat mengakselerasi pencapaian produksi jagung nasonal dengan target pertanaman mencapai 1,7 juta hektare.
"Kami ingin bahwa langkah-langkah yang kita ambil bersama Polri dengan potensi luar biasa 1,7 juta hektare yang bisa ditanami (jagung) dapat menguntungkan petani, pengusaha, masyarakat, dan negara," kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam Rapat Koordinasi
Kesiapan Penanaman Jagung bersama Polri, sebagaimana keterangan diterima yang di Jakarta, Selasa (15/1).
Menurut Mentan, melalui program tanam jagung serentak pada 2025, lahan perkebunan dan lahan kering di berbagai wilayah Indonesia dapat
dimanfaatkan untuk pertanaman jagung. "Kami ingat betul di Sumatera Utara dan Sumatera Barat ada uji coba penanaman jagung di lahan sawit dan itu berhasil. Di Jeneponto, pegunungan ditanami jagung. Kita ingin ulangi keberhasilan ini," ujar Mentan.
Pada rapat koordinasi yang membahas strategi konsolidasi dan penguatan kerja sama tersebut, ditargetkan dapat menghasilkan tambahan produksi jagung hingga 4 juta ton atau meningkat 25% dari kondisi saat ini.
"Mimpi kita adalah menaikkan produksi. Produksi tahun 2023-2024 berkisar 15 juta ton dan kita naikkan menjadi 16 juta ton. Tetapi manakala target yang kita canangkan bersama tercapai itu bisa mencapai 2-3 juta ton dibanding tahun 2024," papar Amran. (Ant/N-2)
Rekomendasi Ombudsman RI akan diterbitkan apabila dalam tahap resolusi monitoring setiap laporan masyarakat tidak diselesaikan dalam batas waktu yang telah ditetapkan.
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, secara resmi menetapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumsel tahun 2026 sebesar 7,10%.
P1 (Penumbra mulai) gerhana bulan total di Sumsel akan terjadi pukul 22.26 wib, Minggu malam.
Ketua Umum PB IDI Slamet Budiarto meminta rumah sakit (RS) agar selalu melindungi tenaga kesehatannya. Itu ia sampaikan terkait kekerasan yang dialami dokter di RSUD Sekayu, Sumatra Selatan
Ahli jelaskan Pentingnya Pemeriksaan Dahak Pasien TB yang Picu Kekerasan Dokter di RSUD Sekayu
Kegiatan tersebut diikuti 123 petani sawit swadaya dari berbagai daerah di Sumatra Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved