Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTORAT Jenderal Bina Marga melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah – D.I. Yogyakarta telah memfungsionalkan Flyover (FO) Madukoro di Kota Semarang, Jawa Tengah. Pembangunan FO ini dilatar belakangi karena adanya kemacetan pada jalan arteri yang menghubungkan Pantura Barat dan Pantura Timur.
Sebagai pelaksana kegiatan, Pejabat Pembuat Komitem (PPK) 1.6 Provinsi Jawa Tengah BBPJN Jawa Tengah – D.I.Y Novi Krisniawati mengatakan, FO sepanjang 1.500 meter terdiri dari 220 m jembatan, 485 m oprit dan 795 m jalan pengarah tersebut sekaligus menjadi akses utama jalan arteri menuju Bandara Udara Ahmad Yani dan Pelabuhan Tanjung Mas.
Novi menyampaikan, pelaksanaan pengerjaan FO tersebut berjalan dua tahun anggaran. Dimulai pada April 2023 hingga rampung dan telah beroperasi pada Mei 2024. “Untuk pembiayaan kita menggunakan anggaran pinjaman luar negeri (dana loan) dari World Bank, dan nilainya kurang lebih Rp.199 miliar,” jelas Novi.
Pada saat pembangunan Novi selaku PPK mengungkapkan, terdapat tantangan dan kendala dalam pembangunan ini, yaitu terdapat utilitas yang cukup banyak dan harus dipindahkan, antara lain fiber optic, lampu penerangan jalan, pipa gas serta pipa PDAM.
“Tetapi alhamdulillah dengan adanya koordinasi dengan stakeholder terkait, semuanya bisa berjalan dengan lancar dan sesuai dengan schedule rencana awal,” ungkapnya.
Novi mengatakan lebih lanjut terkait teknologi khusus yang dipakai dalam pembangunan FO Madukoro ini yaitu menggunakan mortar busa yang dipakai di timbunan. “Teknologi khusus yang kita gunakan adalah mortar busa dibagian timbunan yang ada gambar wayang dan awan itu,” tambah Novi.
Pembangunan infrastruktur FO Madukoro ini memiliki banyak beautifikasi yang merupakan kearifan lokal dan menempel disekitar infrastruktur tersebut. Sehingga menambah keindahan infrastruktur dimana masing-masing ornamen memiliki makna tersendiri sesuai dengan adat dan budaya Kota Semarang.
Beautifikasi FO Madukoro tersebut antara lain Warak Ngendhog yang merupakan salah satu ikon Kota Semarang, ukiran Srikandi yang belajar memanah bersama Arjuna, ornamen gelombang pada sisi FO yang menggambarkan masyarakat Semarang memiliki toleransi yang tinggi. Kemudian pada sisi timbunan terdapat ukiran pandawa lima, dan pada sisi pagarnya terdapat ornamen burung Kepodang yang ada di Jawa Tengah dan memiliki warna keemasan yang menandakan bahwa masyarakat Kota Semarang memiliki keindahan dan keselarasan.
“Memang didalam beautifikasi FO Madukoro ini banyak ornamen-ornamen beautifikasi, antara lain Warak Ngendhog yang merupakan ikon Kota Semarang. Warak Ngendhog ini menunjukan terdiri dari tiga kebudayaan, yang pertama budaya Tioghoa ditandai dikepalanya seperti barongsai. Kemudian di badannya seperti buroq yaitu hewan yang ada di Arab, dan di empat kakinya menggambarkan masyarakat jawa yang digambarkan dengan kaki kambing,” terang Novi saat menjelaskan salah satu ornamen.
Novi mengharapkan, semoga dengan adanya FO Madukoro ini dapat meningkatkan perekonomian dan meningkatkan daya tarik pariwisata di Jawa Tengah, sehingga perekonomian masyarakat dan tingkat taraf hidup masyarakat semakin membaik. (RO/Z-3)
Infrastruktur ini diharapkan dapat memperlancar arus lalu lintas, meningkatkan konektivitas, dan menjadi pendorong utama pembangunan ekonomi di Kota Semarang dan Jawa Tengah.
Satresnarkoba Polrestabes Semarang mengungkap peredaran sabu pada 15 Feb dan 15 Mar 2026, menangkap 2 tersangka serta menyita 7,3 kg sabu dan sejumlah barang bukti.
BBWS Pemali Juana Kementerian Pekerjaan Umum melakukan perawatan sejumlah mesin pompa di Rumah Pompa Kali Tenggang, Semarang, sebagai upaya pengendalian banjir
Berdasarkan data sementara pada H-7 Lebaran, jumlah kendaraan pemudik dari arah Jakarta yang melintasi gerbang tol tersebut rata-rata sebanyak dua ribu unit kendaraan per jam.
Mobilitas bukan sekadar memindahkan orang dari satu titik ke titik lain. Mobilitas adalah tentang siapa saja yang bisa ikut dalam perjalanan itu.
Di bulan Ramadan ini, PSI Kota Semarang melakukan aksi nyata berbagi takjil kepada masyarakat.
PENGUATAN ideologi negara bukan lagi sekadar wacana akademis, melainkan faktor kunci keberhasilan transformasi menuju Indonesia. Pancasila
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved