Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Kesehatan Kota Banjar, Jawa Barat akan selalu mewaspadai meningkatnya potensi demam berdarah dengue (DBD) pada musim hujan. peningkatan kasus sejak awal Januari hingga November tercatat 343 orang dan 5 orang meninggal serta yang lainnya berangsur sembuh.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Banjar, Ika Rika Ruhantika mengatakan, kasus demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi selama ini ada potensi mengalami kenaikan terutamanya di musim penghujan. Namun, berbagai upaya itu telah dilakukan dengan mengedarkan surat edaran Wali Kota Banjar agar masyarakat menggalakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) bersama semua lintas sektor maupun OPD.
"Dinas Kesehatan sudah mengedarkan surat edaran Wali Kota Banjar agar masyarakat rutin menggalakan pemberantasan arang nyamuk (PSN) bersama lintas sektor termasuk di setiap Puskesmas harus mensosialisasikan pencegahan DBD. Karena, memang selama ini di daerahnya sepanjang tahun 2024 tercatat ada 343 kasus di antaranya 5 meninggal," katanya, Minggu (17/11/2024).
Ia mengatakan, untuk kasus demam berdarah dengue yang terjadi di wilayahnya didominasi jenis kelamin perempuan tercatat 216 orang dan laki-laki jumlahnya ada 135 orang hingga status penderitanm yang meninggal tersebut 3 orang laki-laki dan 2 perempuan. Akan tetapi, usia 1 tahun ada 7 kasus, usia 1- 4 tercatat 12 kasus, usia 5 -14 mencapai 68 kasus, usia 15-44 mencapai 189 kasus, usia 44 mencapai 75 kasus.
"Kami mengimbau agar masyarakat sekarang supaya menggalakan pembersihan sarang nyamuk untuk mencegah berkembangbiaknya jentik nyamuk tubuh menjadi dewasa. Namun, Dinas Kesehatan juga meminta masyarakat selalu waspada dan rutin membersihkan lingkungan sekitar supaya tidak ditemukan jentik nyamuk dan selalu rutin menguras bak air, menutup, mengubur (3M), pemberantasan sarang nyamuk serta melakukan gerakan satu rumah satu jumantik (G1R1J)," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Suryaningsih mengatakan, kasus demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi selama ini ada potensi kenaikan pada musim hujan dan memang peningkatan kasus tersebut, karena terjadi pergantian musim dari panas ke musim kemarau hujan. Namun, sejak awal Januari hingga November tercatat 1.642 orang dan di antaranya 5 orang meninggal.
"Meningkat kasus demam berdarah dengue di wilayahnya lantaran pergantian musim el nino ke musim kemarau hujan, tetapi yang terjadi kasusnya merata di 69 kelurahan tersebar di 10 kecamatan. Kami minta agar masyarakat selalu melakukan gerakan satu rumah satu jumantik (G1R1J) dan kebersihan lingkungan seperti pemberantasan sarang nyamuk (PSN) harus dilakukan," paparnya. (H-2)
KASUS demam berdarah di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, melonjak tajam. Dalam satu bulan sebanyak 157 warga terkena penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti itu.
DBD kini menyerang dataran tinggi dan pelosok. Simak panduan lengkap 2026 untuk warga daerah: update Wolbachia, harga vaksin, dan alur rujukan.
Kasus DBD pada 2025 tercatat ada 70 kasus sehingga jumlah alami penurunan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2024.
Terdapat 160 kasus DBD pada Oktober 2025, 161 kasus pada November dan meningkat menjadi 163 kasus DBD pada Desember 2025 di Jakarta Barat.
Kasus super flu dan demam berdarah dengue (DBD) selama musim hujan menjadi perhatian khusus Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Kasus DBD pada Januari 2026 yakni dua kasus dari wilayah kerja Puskesmas Selatpanjang, satu kasus dari Puskesmas Alai dan Puskesmas Kedabu Rapat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved