Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bertekad mewujudkan kembali swasembada pangan khususnya padi dan jagung.
Guna mendukung hal itu, Mentan mengajak para penyuluh dan insan pertanian di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bekerja keras mendampingi petani meningkatkan produksi dan produktivitas.
"Indonesia dulu, 2017 sampai 2019, berhasil swasembada pangan di bawah komando Presiden Jokowi. Hari ini karena perubahan iklim, kita impor 3,5 juta ton beras," katanya pada Pembinaan Penyuluh Kalsel bagi Peningkatan Produksi Padi dan Jagung di Banjarbaru, Kalsel, Kamis [16/11].
Baca juga: Mentan Amran Siap Pacu Produksi di Kalsel dengan Optimasi Lahan Rawa
Mentan Amran mendorong penyuluh dan petani milenial bergerak cepat dan bekerja keras menekan impor agar tidak terjadi krisis pangan yang sangat berbahaya bagi bangsa dan negara.
Guna mencapai target tersebut, dia menargetkan Kalsel dapat menjadi tulung punggung untuk menopang stok pangan Indonesia.
Saat ini , potensi lahan rawa di Kalsel sekitar 200 ribu hektar yang dapat menghasilkan 1 juta ton beras, jika Indeks Pertanaman [IP] meningkat menjadi dua kali, maka Kalsel dapat menjadi penopang pangan Indonesia, khususnya untuk Ibu Kota Negara [IKN].
"Keberhasilan membangunkan lahan rawa di Kalsel menjadi lumbung pangan nasional, kuncinya ada pada penyuluh. Saya dulu penyuluh. Bekerja harus ikhlas. Jangan mengeluh dan pantang minta-minta bantuan. Dulu saya penyuluh bekerja jalan kaki 10 km pulang pergi setiap hari," ungkap Mentan Amran.
Baca juga: Mentan Amran Lakukan Akselerasi Peningkatan Produksi Padi dan Jagung di Kalsel
Dia mengingatkan, teman-teman penyuluh adalah saudara seperjuangannya. Penyuluh harus lebih semangat dan bangkit mengangkat produksi pangan Indonesia.
"Ini merah putih memanggil. Mimpi kita ke depan, 2026 kita swasemabada pangan. 2028 kita berdaulat pangan. Tidak ada impor, tapi kita justru ekspor. Kita punya lahan rawa, ada 10 juta hektar dan di Kalsel ada 200 ribu hektar. Ini harus kita bangunkan dan optimalkan," sambung Amran.
Mentan mengapresiasi Gubernur Kalsel, Sabirin Noor, yang mendukung sektor pertanian, khususnya menjadikan Kalsel sebagai penopang pangan IKN. Dengan demikian, seluruh kebutuhan pangan di IKN didukung provinsi tetangga, Kalsel.
"Kementan akan mendukung potensi pertanian di Kalsel. Kita bangun irigasi. Tata kelola air dan lainnya sehingga produksi meningkat," katanya lagi.
Menurutnya, apabila Kalsel dapat menekan impor 1 juta ton dari 3,5 juta ton, maka Kalsel mendukung upaya menekan impor beras. Selesai 60 persen masalah nasional kita.
"Tentunya keterlibatan penyuluh, KTNA, TNI, Polri dan semua pihak ssngat penting untuk bisa kita wujudkan bersama," ungkap Mentan Amran.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi mengatakan tema yang diusung adalah Dukungan Penyuluhan dan Petani Dalam Meningkatkan Produksi Padi dan Jagung di Provinsi Kalsel.
"Tujuan kegiatan untuk memotivasi penyuluh pertanian, para petani dan stakeholder terkait dalam upaya peningkatan produksi dan produktivitas padi dan jagung Kalsel," katanya,
Baca juga: Stabilkan Harga, Kementan dan Petani Champion Pasok Cabai ke Pasaran
Menurut Dedi Nursyamsi, penyuluh dan petani milenial siap mendukung peningkatan produksi dan produktivitas pangan. Kementan sudah melakukan bimbingan teknis terkait produksi dan produktivitas padi dan jagung di lahan rawa dan kering.
Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor bersama pengurus Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia [Perhiptani] menyatakan mendukung penuh program akselerasi Mentan Amran bagi peningkatan produksi pangan Kalsel, dengan meningkatkan peran penyuluh sebagai ujung tombak pembangunan pertanian untuk mewujudkan surplus pangan.
"Pembinaan penyuluh pertanian yang diselenggarakan Kementan sangat penting, mengingat kondisi iklim yang dapat mengancam produksi, apalagi sektor pertanian adalah penyumbang inflasi," katanya.
Menurut Gubernur Sabirin Noor, pembinaan penyuluh tentu menumbuhkan lagi semangat kita semua untuk menguatkan stok pangan di Kalsel menjadi penyangga pangan IKN. (RO/S-4)
Amran menegaskan, kunci swasembada bawang putih terletak pada keberanian menetapkan target luas tanam yang memadai dan konsistensi kerja di lapangan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dengan tegas melarang seluruh Rumah Potong Hewan (RPH) menaikkan harga daging sapi.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman turun langsung ke Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana longsor.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus penyelundupan komoditas pertanian ilegal di Semarang.
MEMASUKI 2026 pemerintahan Kabinet Merah Putih terlihat sedang euforia merayakan pencapaian swasembada beras 2025.
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan nasional dalam kondisi aman selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Pelaku usaha pemotongan daging sapi di RPH Jatimulya Bekasi menegaskan komitmennya untuk menjaga harga tetap stabil menjelang Ramadan hingga Idul Fitri 2026.
Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan kebijakan yang berpihak pada petani dalam negeri melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi pangan nasional.
Pemerintah tidak akan ragu menindak produsen maupun distributor yang menaikkan harga daging sapi melebihi ketentuan yang telah ditetapkan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dengan tegas melarang seluruh Rumah Potong Hewan (RPH) menaikkan harga daging sapi.
PT Pupuk Indonesia melalui anak usahanya, PT Pupuk Kalimantan Timur, meresmikan proyek Revamping Ammonia Pabrik-2 sebagai bagian dari program revitalisasi industri pupuk nasional.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman turun langsung ke Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana longsor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved