Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PROVINSI Sumatra Selatan (Sumsel) saat ini sudah mulai memasuki musim peralihan. Untuk itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika meminta masyarakat Sumsel agar mewaspadai musim peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan.
"Perlu diwaspadai saat ini, sudah masuk musim peralihan. Salah satu cirinya masuk musim peralihan itu hujan deras disertai angin kencang dan petir," kata Kepala Seksi Data, Observasi, dan Informasi BMKG Sumsel, Sinta Andriani, Kamis (26/10).
Ia menjelaskan, kondisi musim peralihan yang biasanya terjadi hujan disertai angin kencang dan petir ini terjadi, karena kondisi udara yang masih hangat atau panas di daratan bertemu dengan suhu dingin yang akan turunnya hujan.
Baca juga: Jawa Tengah Memasuki Musim Pancaroba
Sehingga, kondisi seperti ini menimbulkan tekanan udara yang cukup besar sehingga berdampak timbulnya angin kencang saat bersamaan turunnya hujan.
"Karena, saat akan terjadinya hujan di musim peralihan ini di dalamnya pasti akan disertai angin kencang dan petir. Kondisi seperti ini, harus diwaspadai masyarakat," ungkapnya.
Diakuinya, kondisi seperti ini bisa terjadi hingga Desember.
"Perlu kami beritahukan, bila sudah melihat awan hitam bergerak dan menunjukan tanda hujan, lebih baik masyarakat berlindung. Karena, kondisi seperti ini berpotensi hujan lebat disertai angin kencang atau bahkan angin puting beliung," ucapnya.
Baca juga: Angin Kencang Serang 3 Kabupaten di Kalsel
Ia menjelaskan, hujan baru-baru ini merupakan perpindahan musim kemarau ke musim hujan. Hujan sudah menjadi rangkaian pemodulan cuaca dari tiga hari lalu bahwa akan berpotensi hujan.
"Ini sudah rangkaian dari potensi hujan yang terjadi pada tanggal 18, 19 sampai 20. Memang tiga hari ini kami dari pemodulan cuaca diperkirakan ada potensi hujan, seperti itu," ucapnya.
Ia mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati, Sebab, hujan disertai dengan angin yang sangat kencang. Ia mengatakan bahwa kecepatan angin di SMB II Palembang mencapai 40 Knot atau sekitar 80 km per jam, dan sangat berbahaya.
"Musim peralihan ini masyarakat waspada hujan yang disertai angin kencang," pungkasnya. (Z-6)
Di tengah kondisi cuaca ekstrem saat ini, modifikasi cuaca bukan lagi sekadar opsi tambahan, melainkan prioritas utama.
BMKG rilis peringatan dini cuaca Jakarta 20 Januari 2026. Seluruh wilayah diprediksi hujan merata, waspada potensi banjir dan kemacetan.
BMKG mendeteksi keberadaan Siklon Tropis Nokaen dan bibit siklon tropis 96s yang memicu peningkatan curah hujan serta gelombang laut tinggi dalam 24 jam ke depan.
Masyarakat diimbau waspada, terutama di wilayah Bogor yang diprediksi akan mengalami hujan lebat disertai potensi bencana hidrometeorologi.
Menunda membersihkan sepeda motor usai kehujanan dapat memicu timbulnya jamur hingga korosi pada bagian-bagian vital.
Pengecekan telah dilakukan secara menyeluruh terhadap kesiapan pompa stasioner maupun cadangan di titik-titik rawan.
Anak-anak hingga dewasa rentan menderita sakit lantaran pada musim pancaroba terjadi perubahan cuaca yang terlalu ekstrem.
WILAYAH Indonesia saat ini memasuki pancaroba atau pola peralihan dari musim hujan ke fase awal musim kemarau. Sehingga jangan heran jika hujan masih mengguyur sejumlah daerah.
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi peralihan musim hujan ke musim kemarau.
Untuk menghindari risiko penyakit pernapasan karena polusi, sebelum keluar rumah masyarakat bisa mengecek kualitas udara dari sosial media atau aplikasi terkait.
BMKG menyatakan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia saat ini sedang memasuki masa pancaroba, yaitu transisi dari musim hujan menuju musim kemarau
Melindungi Si Kecil dari paparan penyakit dapat dilakukan dengan menggunakan masker di sekolah, tempat umum, dan tempat ramai lainnya (untuk anak berusia lebih dari 2 tahun).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved