Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGEMBANGAN landasan pacu bandar udara Tanjung Harapan, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), ditargetkan rampung akhir tahun ini. Ini merupakan bentuk komitmen pemerintah yang telah memprioritaskan pembangunan moda transportasi di Kaltara.
“Masterplannya sudah siap, bahkan hingga 2.500 meter. Hanya saja akan kita laksanakan secara bertahap,” ujar Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie.
Dengan demikian, penumpang dari Tanjung Selor nantinya bisa langsung terbang menuju Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Balikpapan.
Selama ini, pergerakan penumpang pesawat udara masih mengandalkan Bandara Juwata Tarakan, dan Bandara Kalimarau, Kabupaten Berau (Kaltim).
Sebelumnya, landasan pacu bandara tersebut memiliki panjang 1.200 meter. Untuk memungkinkan masuknya pesawat jenis ATR-72, maka landasan pacu bandara tersebut ditambah 200 meter, sehingga total panjang runway bandara saat ini menjadi 1.400 meter.
Selama ini pergerakan penumpang dari Bandara Tanjung Harapan hanya dilayani maskapai Kalstar Aviation, Susi Air, dan MAF (Mission Aviation Fellowship), praktis tak lama lagi akan mulai masuk maskapai lain.
“Untuk Wings Air, sudah bisa mendarat tahun ini. Kalau ATR-72 milik Garuda masih belum berani, karena standar landasan pacunya 1.600 meter,” tambahnya.
Menurut gubernur, jika suatu daerah semakin terbuka oleh transportasi udara maupun laut, mengakibatkan konektifi tas dengan daerah lain. Tentu, akan mendorong kegiatan ekonomi semakin lancar.
“Pada akhirnya, investasi bisa semakin masuk,” jelasnya.
Untuk pengembangan sisi daratnya, Gubernur menyebutkan akan menggunakan APBD.
Sedangkan apron akan dialokasikan melalui APBN tahun 2017. “Ada Rp139 miliar dialokasikan melalui APBN yang sudah ditandatangani oleh Dirjen Perhubungan Udara,” jelasnya.
Selain pembangunan bandara, Kaltara juga telah menganggarkan dana Rp60 miliar tahun ini untuk pembebasan 300 hektare lahan milik masyarakat yang berada di dalam kawasan kota baru mandiri di Tanjung Selor, Bulungan.“Luasnya lebih besar dari Kota Tanjung Selor sekarang,“ sebut Irianto.
Irianto mengemukakan, kota baru mandiri itu akan terintegrasi dengan pusat pemerintahan provinsi ke-34 ini. Ia optimistis kota baru yang masuk 10 prioritas Bappenas sebagai kota baru mandiri percontohan, bakal terwujud di masa pemerintahannya bersama Wakil Gubernur Udin Hianggio.
Pemprov Kaltara melalui Dinas Pekerjaan Umum juga telah menganggarkan untuk kegiatan land clearing atau pembukaan lahan untuk kawasan perkantoran sebesar Rp20 miliar. “Kalau (land clearing) itu sudah dilakukan di tahun ini, pembangunan sudah bisa dilakukan tahun depan.
Prioritas pertama pembangunan kantor DPRD (Kaltara),” ungkap Irianto yang diamini Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kaltara Suheriyatna.
Setelah kantor DPRD, akan dibangun kantor gubernur, dinas-dinas serta kantor instansi vertikal. Selain dimulai dengan dana APBD provinsi, kota baru mandiri pun akan mendapatkan dukungan APBN melalui dana alokasi khusus. “Pak Jokowi (Presiden Joko Widodo) sangat merespons pembangunan kota baru mandiri ini,” tutupnya. (N-25)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved