Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PELAKU usaha kuliner di Purbalingga, Jawa Tengah, mendapat pelatihan untuk meningkatkan kapasitasnya dalam memasarkan produk secara
digital. Kegiatan itu merupakan bumbingan teknis pemasaran ekonomi
kreatif pengembangan pasar bagi produk ekonomi kreatif melalui digital
marketing.
Pelatihan dilaksanakan oleh Direktorat Pemasaran Ekonomi Kreatif, Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif
(Kemenparekraf)/Badan Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) pada
Senin (17/7). Pelatihan diikuti sebanyak 120 pengusaha.
Ketua DPRD Kabupaten Purbalingga HR Bambang Irawan saat membuka acara
berharap kepada peserta agar mengikuti kegiatan dengan cermat dan
seksama. "Saya sangat mendukung adanya regulasi dan inovasi para pelaku
ekonomi kreatif yang sedang mengembangkan bisnisnya melalui media
digital marketing dan semoga dapat terus bersaing menghadapi kemajuan
zaman," ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar)
Purbalingga Prayitno mengungkap data kepada peserta dan pihak
kementerian khususnya terkait daftar potensi yang dapat dikembangkan di
Purbalingga.
"Untuk usaha jasa pariwisata yang sudah terdaftar di OSS per 30
Juni 2023 sebanyak 1.108 izin usaha. Untuk usaha restoran, rumah makan
dan cafe sebanyak 515 izin usaha, dan 409 izin kedai makanan dan
minuman," katanya.
Pembicara dari Kemenparekraf Feriandi mengatakan bahwa potensi usaha
kuliner di Purbalingga masih terbuka lebar jika dilihat dari data yang
dipaparkan oleh Kepala Dinporapar.
"Usaha kuliner yang terdaftar masih dibawah 0,1% dari jumlah penduduk di Purbalingga yang sebanyak 1,2 Juta. Jadi peluang untuk dikembangkan
masih sangat besar," ujarnya.
Feriandi menambahkan jika idealnya untuk coaching bisnis dilakukan
selama 3 bulan dengan memperhatikan assessmen awal dari setiap unit
usaha dengan karakteristiknya masing-masing. (N-2)
Bantuan ini merupakan simbol solidaritas dan penguatan ukhuwah antarwilayah dalam membantu saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah.
“Alurnya tetap sama, hanya prosesnya disederhanakan. Bedanya, untuk dapur MBG tidak perlu diunggah ke sistem DPMPTSP,”
Aliansi Masyarakat Purbalingga Pemerhati Soedirman (AMPPS) melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro, di Jakarta.
Kegiatan pelatihan di Kabupaten Purbalingga ini berfokus pada pengolahan serbuk gula kelapa, dengan materi yang mencakup pengolahan produk segar menjadi dry food.
Secara politis, mengusung Tempat Lahir Soedirman bagi Purbalingga adalah langkah strategis untuk merebut kembali narasi nasional.
Penyaluran beras dilakukan tidak hanya melalui pedagang pasar, tetapi juga melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang rutin digelar Pemkab Purbalingga bekerja sama dengan Bulog.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved