Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PENTAS musik anak Indonesia Kita Cinta Lagu Anak (KILA) 2023 berlangsung meriah di Balai Budaya, Surabaya, kemarin. Program Kemendikbud Ristek di tahun ke-4 ini dihadiri oleh 750 guru dan murid PAUD serta SD di Kota Pahlawan itu. Mereka antusias menyaksikan 9 anak juara KILA edisi sebelumnya.
Dari atas panggung Yolandha (8), Callysta (13), Belva (7), Haura (8), Ilona (6), Aiko (8), Mikael (7), Krissan (8), Abner (12) tampak ceria mendendangkan 1 theme song dan 15 karya pemenang cipta lagu KILA terdahulu. Di antaranya lagu Kita Pasti Bisa, Aku dan Sahabatku, dan Gapai Cita-Cita. "Ini program bagus banget. Ramah anak, harus kontinyu tiap tahun," kata Kepala Sekolah TK Al Falah Surabaya, Rina.
"Kami senang bisa mengarahkan murid ikut lomba KILA dan menonton pentas ini," sahut Ani, guru SDN Kertajaya.
Ida, murid SDN Kaliasin I juga memuji penampilan para peserta KILA di panggung. "Kakak-kakak cantik, suaranya merdu. Ingin kayak mereka," ujar Ida.
baca juga: Pesta Tahunan KILA Diawali di Kota Semarang
Menurut Kordinator Pokja Apresiasi dan Literasi Musik Kemendikbud Ristek, Edi Irawan, KILA tahun ini fokus pada sosialisasi karya pemenang lomba cipta lagu anak 2020-2022. Untuk Surabaya, sosialiasi telah dilakukan di 15 PAUD-SD. Selain itu, KILA 2023 hanya menyelenggarakan lomba menyanyi lagu anak untuk kelompok usia 5-7 tahun dan 8-13 tahun dengan lagu wajib karya juara sebelumnya.
"Melalui lagu kita ingin membangun karakter dan perilaku anak-anak yang baik. Setelah berlangsung 3 tahun, kita ingin memperkenalkan 16 lagu karya KILA. Liriknya sederhana, enak didengar. Salah satu sosialisasi melalui tenaga pengajar dan murid di beberapa daerah," beber Edi.
Kepala Bidang SD-Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Munaiyah mengapresiasi KILA. Bukan hanya saat pentas seni, juga ketika sosialisasi dilakukan ke 15 sekolah. "Selama tiga hari sosialisasi bagus, semua antusias termasuk kepada 600 guru. Semoga lagu KILA bisa didengarkan di sekolah-sekolah agar anak-anak akrab," harap Munaiyah.
Pengamat pendidikan Dhenok Bintarno menambahkan, KILA bermanfaat untuk menambah khazanah lagu anak Indonesia. "Lomba cipta lagu dan menyanyi mengisi kekosongan lagu anak-anak. Tidak hanya Cicak-Cicak Di Dinding, Balonku Ada Lima, atau Heli. Juga bisa memunculkan bintang cilik baru seperti Chica Koeswoyo," tutur Dhenok.
Usai Semarang dan Surabaya, sosialisasi dan pentas seni KILA 2023 akan berlanjut ke Makassar pada 8-12 Mei mendatang. (N-1)
Asal kecapi terungkap! Pelajari sejarah, jenis, dan peran penting alat musik tradisional ini dalam budaya Indonesia.
Jelajahi sejarah angklung, warisan budaya Indonesia mendunia. Pelajari asal-usul, perkembangan, dan cara melestarikannya agar tetap lestari.
Seni musik: ekspresi jiwa lewat harmoni suara. Temukan definisi, sejarah, dan elemen pentingnya di sini!
Keroncong: Seni Musik Tradisional Indonesia. Lestarikan Keroncong, seni musik tradisional Indonesia! Nikmati alunan syahdu, sejarah kaya, dan pesona budaya yang tak lekang waktu.
Selami dunia seni musik! Temukan bagaimana nada dan irama menjadi bahasa universal ekspresi emosi terdalam.
Jelajahi keindahan seni musik! Temukan definisi, unsur, dan peranannya dalam harmoni kehidupan.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved