Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PERKAMPUNGAN masyarakat Badui Dalam di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, tertutup bagi wisatawan selama tiga bulan, karena memasuki Kawalu atau bulan larangan.
"Penutupan wisatawan itu karena memasuki bulan Kawalu untuk menjalani ritual adat penyucian diri," kata tokoh adat Badui yang juga Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Jaro Saija di Lebak, Kamis (26/1).
Pelaksanaan Kawalu itu mulai diberlakukan, Selasa (24/1), hingga Kawalu tiga pada 24 April mendatang.
Mereka wisatawan dilarang memasuki pemukiman Badui Dalam antara lain Kampung Cibeo, Cikawartana, dan Cikeusik. Sebab, masyarakat Badui Dalam akan menjalani tradisi ritual adat Kawalu dan diperlukan ketenangan untuk penyucian diri.
Namun, wisatawan boleh mendatangi pemukiman masyarakat Badui Luar.
"Kami minta wisatawan dapat mematuhi larangan itu dan tidak memasuki kawasan pemukiman perkampungan Badui Dalam," katanya menjelaskan.
Menurut dia, penetapan Kawalu itu berdasarkan Tangtu Tilu Jaro Tujuh Lembaga Adat Desa Kanekes dan masyarakat Badui Dalam kini menutup diri untuk fokus menjalani ritual penyucian diri.
Baca juga: Cuaca Masih Buruk, Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Ditutup
Pelaksanaan ritual Kawalu bagi masyarakat Badui Dalam itu berdasarkan kesepakatan tangtu tilu (pemimpin adat) dan pada hari ke-18 mereka melaksanakan puasa dan menggelar upacara ritual ngeriung selamatan.
Masyarakat Badui setelah melaksanakan Kawalu akan turun gunung dengan menggelar Seba Badui dengan mendatangi Bupati Lebak dan Gubernur Banten untuk bersilaturahim.
Masyarakat Badui bersilaturahim bersama 'Ibu Gede' Bupati Lebak dan 'Bapak Gede' Gubernur Banten dengan jalan kaki sejauh kurang lebih 160 kilometer.
"Kami berharap dengan pelaksanaan Kawalu itu semoga masyarakat Badui sejahtera, damai, dan sehat selalu," katanya.
Sementara itu, Santai, 50, warga Badui Luar mengatakan dirinya selama pelaksanaan Kawalu selalu berdoa semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan rejeki melimpah dan panen padi huma bisa memenuhi ketersediaan pangan masyarakat Badui.
"Kami sebagai warga Badui Luar atau Badui Penampungan tentu merasa senang memasuki bulan Kawalu," katanya. (Ant/OL-16)
Sekolah lapang memerlukan dukungan dan kemitraan berbagai pihak agar fokus utama dalam pemberdayaan masyarakat bisa tercapai.
Masyarakat adat Dayak tidak bisa dipisahkan dari alam, dari hutan, dari sungai dengan memanfaatkan sumber daya alam di sekitarnya tetapi sekaligus menjaga dan merawatnya.
Jaga Kekondusifan di Bumi Melayu, Kapolri Terima Anugerah Adat Ingatan Budi
SRI Sultan Hamengku Buwono X turut hadir dalam acara resepsi pernikahan Stevi Harman dan Mario Pranda yang digelar di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan.
Dia harap suasana keakraban tetap terjalin. Selain itu, tidak saling menjelekkan dan memaki.
Gelar Tadulako yang diterima oleh Hermansyah ditandai dengan pemasangan Siga, ikat kepala yang jadi simbol kebesaran masyarakat adat Kaili.
Tradisi Ngaseuk merupakan ritual tahunan Suku Badui yang biasa dilaksanakan pada bulan Oktober-November dalam menanam padi gogo di huma atau ladang kering
Dalam perayaan Seba itu masyarakat Badui membawa hasil bumi, seperti pisang, talas, gula aren, tepung laksa, dan sayuran ja'at, serta sayuran iris.
BUDAYAWAN Banten Uday Suhada mengecam eksploitasi perempuan Badui yang kini marak dilakukan oleh para konten kreator ke media sosial (medsos).
Masyarakat Badui antusias mendaftarkan diri sebagai peserta JKN PBI.
TIDAK banyak diketahui bahwa suku Badui telah mengalami perubahan besar dalam keberagamaan, khususnya dalam agama Islam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved