Rabu 25 Januari 2023, 20:45 WIB

Angka Stunting Banten Turun 4,5 Persen

Mediaindonesia.com | Nusantara
Angka Stunting Banten Turun 4,5 Persen

Antara/Yulius Satria Wijaya.
Ilustrasi

 

Angka penderita stunting di Provinsi Banten turun 4,5 persen memasuki tahun 2023 dari sebelumnya 24,5 persen menjadi 20 persen.

Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mengungkapkan penurunan angka stunting sebagai bagian capaian Pemprov dengan menerapkan pendekatan tematik komprehensif integral dalam penanganan stunting dan gizi buruk, kemiskinan ekstrem, pengendalian inflasi hingga pemenuhan pelayanan wajib atau dasar.

"Itu bagian dari tematik agenda yang sejak awal telah didengungkan Pemerintah Provinsi Banten. Semua, secara komprehensif tertuju pada penanganan itu,” kata Al Muktabar usai rapat kerja penanganan stunting di Pendopo Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Rabu (25/1).

Berdasarkan Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, angka stunting Provinsi Banten turun 4,5 persen menjadi 20 persen dari 24,5 persen di tahun 2021. “Bahkan Pak Kajati dan Pak Kapolda waktu itu juga berkegiatan ke arah sana,” kata Al Muktabar.

Dia meyakini melalui pendekatan itu, upaya percepatan penurunan angka stunting di Provinsi Banten bisa dilakukan. “Ini terbukti dari pencapaian berdasarkan data hasil survei Nasional (Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022,,” katanya.

Pihaknya optimistis untuk melakukan langkah-langkah lebih lanjut dengan kebersamaan dan dukungan semua pihak. "Kuncinya tadi, kebersamaan kita. Kita bersatu dalam rangka menyelesaikan berbagai hal. Tidak hanya stunting, tapi juga inflasi, gizi buruk, kemiskinan ekstrem. Lalu sekarang juga diperintahkan Bapak Presiden Republik Indonesia terkait TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri), produk dalam negeri,” kata Al Muktabar.

Kembali ditegaskannya, kunci dari semua itu adalah yang disebut tematik program. Secara bersama-sama mendekati tematik program dengan komprehensif.

Aparat Penegak Hukum (APH) juga dilibatkan dalam penanganan stunting dan gizi buruk, kemiskinan ekstrem dan inflasi. Fungsinya memastikan program tematik berjalan. “Fungsi dari pendampingan para penegak hukum adalah memastikan hal itu,” kata dia. (Ant/OL-12)

Baca Juga

Metro TV/Khairul Anam.

Minibus Tersangkut di Pagar usai Tabrak Pengendara Sepeda Motor

👤Khairul Anam 🕔Jumat 03 Februari 2023, 20:44 WIB
Diduga mengalami rem blong, minibus yang dikendarai oleh Akhmad Zacky dan istrinya, warga Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur,...
Medcom

Cuaca Ekstrem Masih Ancam Wilayah Jawa Tengah

👤Akhmad Safuan 🕔Jumat 03 Februari 2023, 20:13 WIB
CUACA ekstrem di beberapa daerah di Jawa Tengah masih akan berlanjut hingga Senin (6/2). BMKG kembali memperingatkan ancaman bencana...
ANTARA

Perayaan Cap Go Meh Diharap Dongkrak Kunjungan Wisatawan Ke Kota Cirebon

👤Nurul Hidayah 🕔Jumat 03 Februari 2023, 20:06 WIB
SEJUMLAH vihara dan kelenteng di Kota Cirebon, Jawa Barat akan menggelar perayaan Cap Go Meh pada Minggu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya