Jumat 20 Januari 2023, 09:19 WIB

Berkat Kemarahan Ganjar Serta Peran Masyarakat, Jembatan Timbang Bebas Pungli

mediaindonesia.com | Nusantara
Berkat Kemarahan Ganjar Serta Peran Masyarakat, Jembatan Timbang Bebas Pungli

Ist/Pemprov Jateng
Petugas memeriksa kendaraan di Jembatan Timbang Subah, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

 

PADA tahun 2014 silam, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pernah marah-marah saat memergoki aktivitas  pungutan liar (Pungli) di Jembatan Timbang Subah, Kabupaten Batang.

Peristiwa itu pun ramai jadi perbincangan hingga tingkat nasional. Namun sejak itu, pungli di jembatan timbang lenyap. 

Terkait hal itu, Ganjar juga mengapresiasi masyarakat yang turut andil dalam mentaati peraturan. Dengan segala upaya tersebut, kini jembatan timbang jauh lebih tertib, pelayanan berbasis online, dan tidak ada lagi pungli.

Dari kalangan masyarakat seperti para pengusaha dan juga sopir truk turut tertib dalam mentaati  peraturan. Salah satunya menjaga muatan truk tidak Over Load dan Over Dimensi.

"Masyarakat mendukung dengan ketertiban itu, umpama tidak odol, tidak over dimensi over load maka sebenarnya akan baik-baik saja," katanya kemarin. 

Ade Hermanto, seorang sopir truk ekspedisi mengaku tidak ada lagi pungli di Jembatan Timbang di Jawa Tengah sejak Ganjar marah-marah.

Baca juga: Ganjar Sebut Ekonomi Kreatif Jateng Kian Berkembang Serap Jutaan Pekerja

"Pernah (marah-marah) di Jembatan Timbang Subah. Sekarang di Jawa Tengah sudah tidak ada apa-apa, aman lah," katanya saat diwawancara di Jembatan Timbang Ajibarang, Banyumas, ungkapnya saat ditemui Jumat (13/1). 

Pria asal Pekalongan itu mengungkapkan kalau sopir dulu harus menyiapkan "amplop" untuk bisa lolos dari Jembatan Timbang. Namun, praktik itu lenyap karena sikap tegas Ganjar.

"Sejak Pak Ganjar ngamuk sudah aman. Kalau dulu harus menyiapkan uang. Kalau sekarang tidak, hanya siapkan surat-surat saja," terangnya.

Cerita positif juga disampaikan Mardiyono, sopir asal Purwokerto. Baginya, kemarahan Ganjar di Jembatan Timbang saat itu sangat membantu para sopir untuk terhindar dari pungli.

"Iya, dulu Pak Ganjar pernah ngamuk-ngamuk di Jembatan Timbang, setelah itu kondisi para sopir sangat aman. Intinya dalam perjalanan itu di Jembatan Timbang jadi aman," tuturnya.

Ade dan Mardiyono sempat menceritakan bahwa dulu Jembatan Timbang menjadi momok yang menakutkan bagi para sopir.

"Iya, intinya takutlah kalau ada Jembatan Timbang. Istilahnya uang sopir tidak seberapa takutnya ada pembayaran ini dan itu. Kalau sekarang tidak," ucap Mardiyono.

Sementara, Koordinator Satuan Pelayanan UPPKB Ajibarang Alkori mengatakan bahwa tindakan tegas Gubernur Ganjar membawa banyak perubahan positif bagi Jembatan Timbang. Selain pelayanan dengan sistem canggih dan online, juga tidak lagi ada pungli.

"Sejak peristiwa Pak Ganjar itu, ada banyak perubahan. Antara lain sangat terbuka dan transparan. Sistem operasionalnya pakai JTO (Jembatan Timbang Online) data langsung tekoneksi dengan pusat," ujarnya.

Akibat dari ketegasan Ganjar, kemudian terbentuk Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) wilayah X Jawa Tengah- Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

BPTD Jateng-DIY terdiri dari 10 Jembatan Timbang, di antaranya di Tanjung Brebes, Subah Batang, Sarang Rembang, Banyudono Boyolali, Klepu Kabupaten Semarang, Ajibarang Banyumas,Wanareja Cilacap, Kulwaru Kulonprogo, Kalitirto Sleman, dan Tamanmartani Sleman. (RO/OL-09)

Baca Juga

MI/Yohanes Manasye

Astra Dampingi 11 Sekolah Negeri di Manggarai Timur

👤Yohanes Manasye 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 12:00 WIB
Setelah 14 tahun hadir mewarnai pendidikan di tanah air, Yayasan Pendidikan Astra-Michael D Ruslim (YPA-MDR), menapakkan kaki di Manggarai...
Dok MI

Polisi Amankan Mantan Anggota DPRD Terkait Dugaan Pencabulan Balita

👤Yohanes Manasye 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 11:45 WIB
Kepolisian Resort (Polres) Manggarai Timur, NTT terus memroses laporan dugaan kasus kekerasan seksual bayi di bawah lima tahun (balita) di...
DOK/PRIBADI

Ironis, Upah Pekerja Pembangun Kubah Al Jabbar belum Dibayar

👤Media Indonesia 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 11:22 WIB
Pengusaha asal Batam, Simson Sitinjak mengaku harus membayar utang kepada sejumlah vendor yang sebenarnya belum dibayarkan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya