Selasa 27 Desember 2022, 11:55 WIB

BPOM Pangkalpinang Tingkatkan Pengawasan Distribusi Pangan Olahan

Mediaindonesia.com | Nusantara
BPOM Pangkalpinang Tingkatkan Pengawasan Distribusi Pangan Olahan

Antara/Rahmad
Ilustrasi

 

Balai Pengawasan Obat dan Makanan Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meningkatkan pengawasan sarana distribusi pangan olahan untuk melindungi konsumen dari peredaran berbagai barang yang tidak layak konsumsi.

"Kegiatan ini merupakan salah satu dari lima tahap dalam rangkaian program intensifikasi pengawasan pangan olahan yang kita laksanakan sejak 1 Desember 2022 hingga 4 Januari 2023," kata Kepala BPOM Pangkalpinang Sofiyani Chandrawati di Pangkalpinang, Selasa (27/12).

Menurut dia, kegiatan pengawasan sarana distribusi pangan olahan dilakukan mulai dari tingkat distributor, supermarket, mini market, toko, pasar tradisional, para pembuat atau penjual parsel.

"Kami ingin agar masyarakat terlindungi dari peredaran produk pangan olahan yang tidak standar," ujarnya.

Ia mengatakan, dalam kegiatan intensifikasi ini, target pengawasan BPOM diutamakan pada produk-produk pangan olahan tanpa izin edar, kadaluarsa dan rusak, misalnya kaleng penyok, berkarat dan lainnya yang dilakukan di sarana distribusi pangan dari hulu ke hilir.

Pada pengawasan ini, BPOM Pangkalpinang melalukan penelitian pemeriksaan terhadap 34 sarana distribusi pangan yang berada di kota dan kabupaten se-Pulau Bangka.

"Dari 34 sarana yang kita periksa, 19 diantaranya masih ditemukan adanya produk pangan olahan dengan kemasan rusak dan kadaluarsa yang belum dipisahkan dari produk layak jual," katanya.

Dengan adanya temuan ini, BPOM Pangkalpinang mengimbau pelaku usaha yang mendistribusikan atau memperdagangkan pangan olahan untuk senantiasa memastikan keamanan dan mutu produk yang didistribusikan atau diperdagangkan.

Masyarakat juga diminta cerdas menjadi konsumen dengan selalu melakukan pengecekan terhadap kemasan, memastikan kemasan pangan dalam kondisi baik, memperhatikan label pangan, memastikan produk pangan yang dipilih sesuai dengan apa yang diharapkan.

"Kita harap masyarakat juga dapat memastikan produk pangan yang dibeli memiliki izin edar dari BPOM berupa MD atau ML diikuti 12 angka di belakangnya dan produk pangan olahan yang dibeli belum melewati masa kadaluarsa," ujarnya.

BPOM Pangkalpinang akan senantiasa mengawal keamanan pangan dan melindungi kesehatan masyarakat, juga akan terus melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM dengan sosialisasi komunikasi informasi dan edukasi (KIE) kepada masyarakat dengan berkolaborasi bersama lintas sektor terkait sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

BPOM berharap masyarakat berperan aktif dalam memberi informasi terkait temuan produk pangan olahan tanpa izin edar, kadaluarsa ataupun yang rusak ke BPOM di Pangkalpinang melalui 08117821666 (WA/SMS) atau ke instagram : @bpom.pangkalpinang Twitter @BPOMBabel. (Ant/OL-12)

Baca Juga

MI/HO

Komunitas Kiai Muda Jatim Gelar Khitanan Massal di Bojonegoro

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 31 Januari 2023, 06:25 WIB
KOMUNITAS Kiai Muda Jawa Timur melaksanakan khitanan massal bertema Khitan Itu Sehat 2023 di Pondok Pesantren (Ponpes) Nabaul Qur'an Al...
MI/HO

Temui Komunitas Penyandang Disabilitas, Ganjar Siapkan Pelatihan Usaha dan Pemasaran

👤Haryanto 🕔Selasa 31 Januari 2023, 06:20 WIB
 GUBERNUR Jateng Ganjar Pranowo selalu bersedia untuk memberikan pendampingan dan pelatihan bagi para penyandang disabilitas yang...
DOK/Green Forest Resort & Wedding by Horison

Metropolitan Golden Management Jamu Pelanggan Korporasi Jakarta, Banten dan Jawa Barat

👤Naviandri 🕔Senin 30 Januari 2023, 22:20 WIB
Acara ini bertujuan untuk memberi apresiasi kepada berbagai perusahaan yang sering menghelat acara di hotel-hotel Horison d itiga provinsi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya